Pandemi Covid-19 telah membuat berbagai aspek mengalami perubahan, salah satunya aspek ekonomi. Oleh karena itu, banyak hal yang dituntut dan perlu dipersiapkan guna menangani perubahan saat ini. Hal tersebut dibahas dalam seminar online NgopInspirasi Virtual Class dengan topik “Nutrifood Menghadapi Covid-19” pada Sabtu, 9 Mei 2020. Seminar ini merupakan seminar kedua yang diselenggarakan dari hasil kerja sama antara Program Sarjana Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha dan PT Nutrifood Indonesia.

Ketua Program Sarjana Teknik Industri, Christina, S.T., M.T. menjelaskan bersamaan dengan situasi pembatasan sosial akibat Covid-19, seminar ini menjadi peluang untuk mempertemukan alumni Teknik Industri Maranatha dari berbagai angkatan. “Melalui seminar ini, kami berharap agar alumni dapat lebih kompak dan bisa ikut memberikan kontribusi demi membangun Teknik Industri Maranatha,” harapnya.

Customer Development Manager PT Nutrifood Indonesia, Made Budi Ramdani sebagai narasumber membagikan materi mengenai perjuangan PT Nutrifood Indonesia dalam menangani perubahan dan hal yang dibutuhkan dunia industri ke depannya. Made menjelaskan bahwa masuknya Covid-19 ke Indonesia menuntut kita untuk berubah dengan cepat dan gesit.

Made beranggapan bahwa masuknya Covid-19 di era revolusi industri 4.0 menuntut semua pihak untuk cepat tanggap dalam perubahan yang mengharuskan semua hal dilakukan secara online. Baginya perubahan ini menjadi new wavement yang juga merubah sistem marketing menjadi marketing 4.0. “Kita harus punya kapasitas digital dan konsep bisnis digital yang memudahkan dan menjawab kebutuhan konsumen,” ujarnya. Oleh karena itu, digital marketing dirasa menjadi hal yang sangat penting. Sosial media juga menjadi hal yang penting untuk dapat menjangkau para konsumen.

Selain itu, Made juga beranggapan bahwa mengatur organisasi di dalam perusahaan juga merupakan hal yang penting. Di dalam organisasi perusahaan, Made mengerahkan setiap karyawannya untuk menjadi seorang pemimpin. “Seorang pemimpin tentunya bertanggung jawab pada diri sendiri dan juga organisasi,” jelasnya. Namun, pemimpin yang dimaksud merupakan pemimpin dengan konsep pemimpin yang tersebar. “Pemimpin dengan konsep tersebar akan saling mempengaruhi satu sama lain dan mencapai tujuan bersama,” jelas Made. Tidak hanya itu, di dalam organisasi perlu adanya transparansi (keterbukaan) dan menjalin komunikasi.

Di akhir pemaparan materi, Made menyimpulkan bahwa ada empat hal yang perlu dipersiapkan dalam situasi perubahan yang begitu cepat. Empat hal tersebut adalah eksplorasi (mencari tahu informasi baru), jeli melihat peluang, gali kreativitas, dan inovasi. “Jangan pernah berhenti untuk belajar karena melalui belajar kita dapat meningkatkan kemampuan, wawasan, critical thinking, networking yang kuat, dan jiwa leadership,” tutupnya. (ns/gn)

Foto: dok. Bidkom – Ditinfo

Upload pada 12 May 2020