Berawal dari passion Andini Rahmanita dalam menulis dan ketertarikannya dalam dunia psikologi, seorang mahasiswi S-1 Psikologi angkatan tahun 2018 ini menerbitkan buku novel dengan judul “William’s Warmth” yang dipamerkan di London Book Fair 2019. Pameran buku ini berlangsung pada 12 Maret hingga 14 Maret 2019 di Olympia, West London.

Novel “William’s Warmth” merupakan buku ke-5 karya Andini. Dengan mengangkat tema besar romance, novel  ini menyinggung aspek psikologi seperti self harm, depressed, family problems, dan sebagainya. Dalam novel ini terdapat dua tokoh utama, yaitu William dan Adinta. Adinta sebagai tokoh perempuan mengalami siksaan (abuse) secara mental, sedangkan William sebagai tokoh laki-laki mengalami siksaan secara fisik. Dalam cerita ini, sang tokoh Adinta ini tidak merasakan kehangatan yang seharusnya ia dapat dari orang tuanya. Pada kondisi ini, tokoh Adinta justru mendapatkan kehangatan dari seorang lelaki bernama William. Oleh karena itu, novel ini diberi judul “William’s Warmth”.

Andini, sebagai penulis sudah menyukai dan merasakan passion-nya dalam dunia penulisan saat ia berumur sembilan tahun saat duduk di kelas 3 SD, hingga akhirnya dapat mencapai mimpinya untuk merilis buku pertamanya di tahun ini. Dahulu Andini berandai-andai agar dapat meluncurkan buku karyanya sendiri  dan hasil karya bukunya dapat masuk ke pasar internasional. Untuk dapat mewujudkan impian tersebut, Andini membutuhkan waktu 10 hingga 11 tahun.

Pembuatan novel “William’s Warmth” ditulis Andini sejak ia menduduki tingkat 12 Sekolah Menengah ke Atas (SMA). Buku ini memakan waktu selama empat bulan dalam pembuatannya dan satu tahun untuk proses editing buku. Pada Januari 2019, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) diundang oleh London Book Fair untuk memperlihatkan buku-buku karya penulis Indonesia. Pada saat itulah, penerbit meminta Andini untuk dapat memasukkan hasil karyanya di London Book Fair. Melalui beberapa tahap seperti seleksi, novel “William’s Warmth” berhasil untuk dipamerkan di London Book Fair.

Melalui kisah perjuangan Andini dalam mengejar impiannya, ia berpesan untuk tidak menyerah dalam menggapai mimpi, “Don’t give up on your dreams, tetap konsisten, be realistic, kerja keras, dan berdoa untuk menggapai mimpi tersebut. Walaupun dunia ini berkata kamu tidak bisa, tetapi kita harus memiliki keyakinan pada diri sendiri dan tidak perlu untuk mempedulikan orang lain yang akan membuatmu jatuh”. (ns)

Upload pada 10 April 2019