Program Sarjana Desain Interior bersama Program Sarjana Arsitektur Universitas Kristen Maranatha kembali menyelenggarakan kuliah umum pada Jumat, 29 Mei 2020 secara online. Kuliah yang mengangkat topik “Co-Creative Design” dibawakan oleh dosen Program Sarjana Desain Interior, Freddy Chrisswantra, S.Ds., M.Ds. Melalui topik ini, Freddy membagikan pengalamannya mendesain produk berbasis co-creative melalui aktivasi Bana Nusantara.

Dalam pemaparannya, Freddy membahas materi yang berjudul “Redefining Conventional and Modern Craft Through Co-Creative Design”. Bermula dari tahun 2017, ketertarikan Freddy terhadap sumber daya alam Indonesia, salah satunya kerajinan tangan, mendorong Freddy untuk menekuni bidang ini. “Kerajinan tangan sangat autentik karena dibuat dengan hati dan turun temurun sehingga menciptakan sebuah karya yang menjadi identitas Indonesia,” ujarnya.

Freddy menjelaskan, sampai sekarang pengrajin di beberapa daerah Indonesia masih membuat karya secara holistik atau fully handmade, yang berarti satu orang bertanggung jawab terhadap satu produk. “Pembuatan kerajinan tangan ini tentunya memakan waktu lebih lama, kuantitas sedikit, dan harga yang mahal,” katanya. Namun, beberapa pengrajin juga sudah mengenal semi-industri dan mass production. Akan tetapi, Freddy menjelaskan kelemahan dari mass production adalah tidak dibutuhkannya keterampilan khusus untuk membuatnya.

“Sebenarnya masalah dari kerajinan tangan, baik yang dibuat secara holistik ataupun mass production adalah permasalahan dari perspektif ekonomisnya,” tutur Freddy. Ia mengungkapkan bahwa belakangan ini kerajinan tangan di Indonesia kurang dilirik. Oleh karena itu, dari sinilah peran desainer diperlukan untuk membantu para pengrajin dengan berkolaborasi. “Peran desainer adalah untuk melihat sebuah peluang dan menggunakan pengetahuan secara desain guna menciptakan produk dengan value yang baru,” jelasnya. Tidak hanya itu, para desainer juga harus menilik dari segi trend, mengolaborasikan kerajinan tangan khas Indonesia menjadi sebuah tren.

Bagi Freddy, seorang desainer harus memperhatikan syarat untuk mendesain sebuah karya. Syaratnya meliputi desirability, feasibility, viability, and inovation. Melalui brand yang bernama Bana Nusantara, Freddy mengolaborasi kerajinan tradisional maupun modern yang didesain dari bahan bambu dan rotan. Salah satu produknya terinspirasi dari keranjang. “Keranjang bukan hanya bisa digunakan sebagai tas berbelanja saja, tetapi juga bisa digunakan sebagai wadah tempat buku atau majalah,” tuturnya. “Kolaborasi tradisional-modern ini dibentuk dalam keseharian sehingga memunculkan produk baru untuk sehari-hari, tetapi lebih modern,” tambahnya.

Kuliah umum ini merupakan materi dari mata kuliah Pengantar Seni Rupa Desain dan Arsitektur (PSRDA). Mata kuliah inilah yang wajib diikuti oleh mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) di semester dua. Kuliah ini juga bertujuan untuk memperkaya wawasan mahasiswa dalam memahami isu-isu terkini yang menjadi tantangan bidang profesi seni rupa desain dan arsitektur. Dari topik co-creative ini diharapkan dapat menghasilkan inner-values yang menjadi kunci kesuksesan sebuah desain. (ns/gn)

Foto: dok. Bidkom (Ditinfo)

Upload pada 2 June 2020