Untuk mengenang kisah perjuangan dan karya Ar. Ahmad Djuhara, I.A.I. dalam bidang arsitektur di Indonesia, Program Sarjana Arsitektur Universitas Kristen Maranatha bersama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Tribute to Djuhara: Menuju Kedaulatan Profesi Arsitek di Indonesia”. Seminar yang diadakan secara online pada Senin, 27 April 2020 ini bertepatan dengan 30 hari berpulangnya sosok Ahmad Djuhara.

Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain Maranatha, Irena Vanessa Gunawan, S.T., M.Com. dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang berpartisipasi. Irena menceritakan bahwa Djuhara memberikan banyak masukan di bidang pendidikan dan kurikulum arsitektur. “Suatu kehormatan bagi kami, Ahmad Djuhara berkesempatan datang saat soft-launching Program Studi Arsitektur Maranatha dan menjadi pembicara di Focus Group Discussion (FGD),” ujar Irena. “Semoga kita bisa terus melanjutkan semangat dan cita-cita beliau demi arsitektur di Indonesia,” harap Irena.

Ahmad Djuhara merupakan Ketua Umum IAI yang menjabat selama dua periode, 2015-2018 dan 2018-2021. Djuhara adalah pelopor yang memperjuangkan Undang-Undang (UU) Arsitek bersama dengan Arsitek Muda Indonesia (AMI) hingga UU dapat disahkan. UU Arsitek dibentuk sebagai perlindungan hukum bagi arsitek yang membahas mengenai arsitek dan lingkup kerjanya, persyaratan menjadi arsitek, hubungan arsitek dengan masyarakat, dan lain-lain. Melalui UU inilah, profesi arsitek bisa dapat diterima dan dihormati di masyarakat. Namun, Djuhara juga menegaskan bahwa tindakan jauh lebih penting daripada teori. Oleh sebab itu, kekuatannya dalam mengumpulkan banyak orang telah membuat jaringan sosial yang mempersatukan para arsitek skala nasional hingga internasional.

Seminar nasional online ini menghadirkan lima narasumber yang mengenal pribadi Ahmad Djuhara dengan baik dan mengetahui cita-cita, visi, misi, serta jasanya untuk perkembangan arsitek Indonesia. Narasumber tersebut, antara lain istri dan rekan-rekan dari Ahmad Djuhara.

Associate Professor Department of Architecture National University of Singapore (NUS), Prof. Johannes Widodo memaparkan awal impian UU Arsitek dan reformasi pendidikan arsitektur di Indonesia. Arsitek profesional dan tokoh arsitek nasional, Ar. Yori Antar, I.A.I. membahas mengenai perjuangan Arsitek Muda Indonesia (AMI) dan IAI dalam bidang arsitektur Indonesia bersama dengan Djuhara. Arsitek profesional, Ar. Danny Wicaksono, I.A.I. menceritakan mengenai Djuhara dan cita-cita konvensi arsitektur di Indonesia. Ketua IAI Jawa Barat dan arsitek profesional, Ar. Georgius Budi Yulianto, I.A.I., A.A. membahas mengenai perjuangan yang telah, sedang berlangsung, dan akan dipersiapkan untuk masa depan bidang arsitektur di Indonesia. Istri Ahmad Djuhara yang juga seorang arsitek profesional, Ar. Wendy Djuhara, I.A.I. menceritakan tentang perjuangan visi, misi, dan cita-cita Djuhara yang belum tersampaikan kepada masyarakat dan generasi penerus. Seminar ini dimoderatori oleh Ar. Astrid Austranti Yuwono, I.A.I., dosen Program Sarjana Arsitekur UK Maranatha.

Djuhara dikenal sebagai sosok yang pantang menyerah. Menurut sang istri, Wendy, Djuhara memiliki banyak mimpi di bidang arsitektur Indonesia. Wendy juga menjelaskan bahwa Djuhara selalu mengagumi arsitek-arsitek luar biasa di dunia dan berkeinginan agar arsitek Indonesia juga dapat bersaing di dunia internasional.

Mengenang kontribusi Ahmad Djuhara dalam bidang arsitektur di Indonesia, Ketua IAI Jawa Barat, Ar. Georgius mengajak para arsitek untuk meneruskan perjuangan Djuhara di bidang arsitektur Indonesia. “Tribute to Djuhara” bukan semata-mata ajang nostalgia, melainkan perenungan bersama untuk melanjutkan perjuangan Djuhara demi kedaulatan profesi arsitek di Indonesia, seperti disampaikan Ar. Ketut Rana Wiarcha, I.A.I. selaku Ketua IAI pengganti Djuhara yang juga hadir memberi kata penutup. (ns/gn)

Foto: dok. Bidkom – Ditinfo

 

Upload pada 1 May 2020