MENGENAL KEBUDAYAAN TIONGKOK MELALUI PAGELARAN SENI YANG MEMUKAU

Confucius Institute Performance Tour 2016 digelar pada Kamis, 17 November 2016, di Auditorium Prof. Dr. P. A. Surjadi, M.A., Universitas Kristen Maranatha. Kini Universitas Kristen Maranatha menjadi tuan rumah kegiatan pagelaran seni ini berlangsung.  Kegiatan Confucius Institute Performance Tour 2016 ini diselenggarakan oleh Confucius Institute Headquarters (Hanban), Central China Normal University, Pusat Bahasa Mandarin (PBM) Universitas Kristen Maranatha, dan Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Jawa Barat.

IMG_4976

Acara dibuka dengan kata sambutan oleh Direktur PBM Universitas Kristen Maranatha, Yan Haoran. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pada tahun 2015, PBM terpilih sebagai salah satu PBM terbaik di dunia. Hal tersebut tidak lepas dari dukungan Universitas Kristen Maranatha. Selanjutnya, Roy Anthonius Susanto, S.Sn., M.Ds selaku Wakil Rektor III Universitas Kristen Maranatha dalam sambutannya menyatakan kebanggaan nya, karena kali ini Universitas Kristen Maranatha dapat menjadi tuan rumah dan berharap melalui kegiatan ini hubungan antara Tiongkok dan Indonesia dapat menjadi semakin erat. Sedangkan Feng Sheng sebagai perwakilan dari Grup Seni Central China Normal University berharap Confucius Institute Performance Tour 2016 dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk mendukung kemajemukan budaya yang beraneka ragam di Indonesia dan Tiongkok.

IMG_5147

Pada kegiatan tahun ini, pagelaran seni diisi dengan penampilan 22 mahasiswa dan dosen dari Central China Normal University. Mereka menunjukkan keahliannya dalam memainkan alat musik tradisional, menyanyi, dan menari. Selain keahlian masing-masing performer, kostum yang digunakan serta suasana yang dibentuk dapat memanjakan mata para penonton.

IMG_0657 IMG_5241

Menurut salah satu penonton yang merupakan tamu undangan perwakilan dari Museum KAA, bernama Budi Kurniawan, kegiatan ini sangatlah bagus. “Musik serta tarian-tarian nya dilakukan secara live. Karena acara ini juga, kita yang awalnya hanya tahu Tiongkok dari sisi modernnya, kini tahu bagaimana sisi tradisionalnya juga”, demikian diungkapkannya. (vir)