Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Maranatha mengadakan webinar bertajuk “The Investment Puzzle: Stocks, Cryptocurrency, or Gold in the High Tech Era” pada 19 Juni 2021. Webinar ini berlangsung secara daring, diikuti oleh 460 orang peserta melalui platform Zoom dan YouTube IT Maranatha.

Acara dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Teknologi Informasi, Ir. Teddy Marcus Zakaria, M.T. Ia menjelaskan bahwa kemunculan mata uang kripto mendobrak perilaku investasi dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini, harga mata uang kripto melesat hingga ribuan persen. Selain itu, Teddy menjelaskan mengenai kondisi perkembangan investasi di era industri 4.0.

Materi pertama dibawakan oleh stock trader dan investor sekaligus pendiri FiboPrincess, Linda Lee. Ia menjelaskan bahwa tidak semua perusahaan dapat menjual sahamnya kepada masyarakat. Perusahaan perlu terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) agar masyarakat dapat membeli sahamnya. Ada beberapa keuntungan yang dapat dimiliki para investor saham perusahaan, di antaranya adalah mereka dapat menerima dividen dan capital gain.

Materi dilanjutkan oleh Co-Founder and Credit Marketing Officer IndoGold, Indra Sjuriah, dengan tema “Gold Investment 101”. Di awal materi, ia menunjukan grafik yang menggambarkan perkembangan tren harga emas yang terjadi selama sepuluh tahun terakhir. Ada beberapa hal yang mempengaruhi harga emas, yaitu ketidakpastian kondisi global, penawaran dan permintaan emas, kebijakan moneter the fed, inflasi, dan nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat. Investasi emas dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui toko emas dan melalui platform digital yang melayani investasi emas.

Pembicara ketiga, Community Engagement, Specialist Tokocrypto, Ayu Biyanti Pribadi, melanjutkan materi dengan judul “New Era Investment Crypto Assets”. Ia menjelaskan mengenai investasi aset kripto. Indonesia turut memunculkan adopsi aset kripto berupa instrumen pembayaran berbasis teknologi yang bernama Digital Rupiah. Di tengah pembahasan, Ayu turut menyampaikan nasehatnya untuk para peserta yang ingin mulai mempraktikan investasi saham. “Sebelum memilih instrumen investasi, sebaiknya mempelajari dahulu risiko apa yang sanggup kita ambil dalam berinvestasi,” tuturnya.

Pembicara keempat, yaitu Vice President of Marketing Cake DeFi Fintech, Kavi Saglani, membagikan materinya yang bejudul “DeFi Chain”. Decentralization Finance (DeFi) chain adalah sebuah blockchain khusus yang dirancang untuk kasus penggunaan DeFi. Sistem ini dibangun untuk ekosistem Bitcoin dengan mendukung semua aset kripto utama.

Dosen FTI UK Maranatha, Yenni M. Djajalaksana, S.E., M.B.A., Ph.D., menjelaskan bahwa acara ini merupakan bentuk kesuksesan FTI UK Maranatha dalam melaksanakan tanggung jawab sosial dalam mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai era baru investasi digital dengan mempertimbangkan investasi saham, cryptocurrency, dan emas secara baik dan benar.

Webinar ini dapat disaksikan kembali melalui link berikut ini. [Klik di sini] (ra/gn)

 

 

Foto: dok. Fakultas Teknologi Informasi UK Maranatha via Zoom

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 24 June 2021