Setiap orang tentu memiliki pemikirannya sendiri untuk memasuki pendidikan tinggi, salah satunya mempelajari dunia fashion. Untuk membahas peran pendidikan dan pengaruhnya dalam industri fashion, serta menjawab stigma masyarakat terkait fashion, alumnus Program Diploma Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha angkatan tahun 2011, Marselina Anggita Manalu diundang sebagai narasumber dalam Instagram Live @thepathoffuture. Kegiatan yang disiarkan pada Senin, 18 Mei 2020 ini berjudul Sharing Talk Ain’t Cheap dengan mengangkat topik “What Role does Education Play in the Fashion Industry?”.

Umumnya masyarakat mengatakan, fashion hanya sekadar baju atau pakaian. Namun terlebih daripada itu, Marselina berpendapat, “Fashion itu ekspresi”. Melalui fashion kita juga dapat mengekspresikan diri kita sendiri. “Manusia butuh berekspresi, maka dari itu manusia perlu fashion karena fashion juga hadir di setiap dekade dan bisa beradaptasi,” tambahnya.

Belajar fashion tentu bisa didapat secara autodidak, akan tetapi Marselina menganggap bahwa edukasi itu penting dan sangat dibutuhkan. “Edukasi akan mengajarkan step-by-step, mempermudah, dan mempercepat kamu dalam menguasai suatu hal,” ujarnya. Sebagai contoh, teori komposisi yang merupakan ilmu yang tidak didapat secara autodidak dan hanya akan dijumpai melalui pendidikan. “Komposisi ini yang mengajarkan kita untuk mengalami proses kreatif dan intuisi sehingga karya tersebut bisa mencapai value yang ingin dicapai,” ucapnya. “Jangan lupa untuk serius mempelajari komposisi ini, mungkin terlihat tidak nyambung atau bosan, tetapi ini merupakan hal terbaik dalam mengasah kepekaan serta harmonisasi sebagai desainer,” pesan Marselina kepada para mahasiswa.

Berdasarkan pengalamannya, industri fashion itu sangat menjanjikan. Lingkup kerja fashion sangat luas, seperti fashion designer, fashion editor, fashion brand marketing, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, melalui pendidikan bukan hanya wawasan mengenai fashion saja yang dipelajari, tetapi juga akan mempelajari ilmu-ilmu lainnya.

Walaupun demikian, mempelajari bidang fashion itu bukanlah hal yang mudah. Marselina pernah hampir menyerah karena kesulitan dalam belajar. Akan tetapi, dukungan dosen yang memotivasi dirinya serta tekadnya untuk dapat menciptakan sebuah karya yang memiliki value, membawanya hingga titik saat ini. Marselina mengatakan, “Kuliah bukan sekadar tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang toleransi, kerja sama, gagal bahkan menang”.

Saat ini Marselina menjabat sebagai Vice President of Product dan salah satu Co-Founder perusahaan lokal Godlyte. Ia mengatakan, seorang fashion designer yang andal merupakan seseorang yang bisa berkomunikasi dengan baik dan dapat bekerja sama dengan tim. Membangun sebuah brand adalah hal yang sulit jika tidak adanya pengalaman dan kerja sama tim. “Membuat brand tidak mudah. Setiap brand memiliki ekspresi dari desainer dan sejarahnya yang membuat brand tersebut memiliki nilai,” tuturnya.

Bagi yang tertarik mendalami dunia fashion, Marselina berpesan agar meninjau setiap universitas yang diminati. Karena setiap kampus memiliki nilainya masing-masing, akan lebih baik mengenal terlebih dahulu tujuan yang ingin dicapai saat memasuki dunia pendidikan, serta tekun dalam mempelajari segala sesuatu. (ns/gn)

Foto: dok. Bidkom (Ditinfo)

Upload pada 19 May 2020