Dalam suatu keluarga, orang tua tentunya memiliki peranan penting. Dengan tujuan menjadi sarana berbagi ilmu psikologi keluarga, terutama psikologi parenting, Program Magister Psikologi Sains Universitas Kristen Maranatha mengadakan Webinar Series pada hari Sabtu, 11 Juli 2020. Webinar yang terbagi menjadi dua sesi ini diadakan melalui platform Zoom dan YouTube Live. Webinar Series 1 menghadirkan Dekan Fakultas Psikologi, Dr. Yuspendi, M.Psi., Psikolog, M.Pd. dan dosen Fakultas Psikologi, Dr. Evany Victoriana, M.Psi., Psikolog sebagai narasumber yang membahas mengenai psikologi parenting.

Baca jugaMagister Psikologi Maranatha Berikan Pengajaran Parenting untuk Menghadapi Situasi Sulit

Rangkaian acara Webinar Series 1 terbagi menjadi dua bagian dengan dua topik yang berkaitan. Bagian pertama membahas “Peran Parental Mind-Mindedness Bagi Keluarga” yang dibawakan oleh Yuspendi. Melalui pemaparan ia menjelaskan, konsep mind-mindedness ini jarang dikenal oleh masyarakat Indonesia. Pengertian dari mind-mindedness adalah kecenderungan orang tua, khususnya ibu dalam memperlakukan anaknya sebagai seorang individu yang memiliki pikiran yang diungkapkan ibu dengan cara menginterprestasikan tindakan-tindakan anak yang merujuk pada karakteristik mental dalam menggambarkan anaknya. Sebenarnya, konsep ini merupakan konsep parental yang menjembatani ikatan emosional antara orang tua dengan anak. “Mind-mindedness ini adalah suatu faktor yang kuat terhadap attachment atau ikatan orang tua dengan anak,” jelas Yuspendi. Selain itu, sensitivitas orang tua pun juga berpengaruh terhadap anak. “Sensitivitas ibu akan berpengaruh pada emosi anak, sedangkan ayah akan mempengaruhi kreativitas anak,” tambahnya. Keterikatan ini terbentuk dari konsistensi orang tua dalam keluarga yang akan membentuk anak dalam berinteraksi di lingkungan, kebutuhan fisik, dan emosional.

Yuspendi juga berpendapat, konsep mind-mindedness merupakan konsep yang jauh lebih baik daripada hubungan secara langsung. Selain itu, ia juga menerangkan mengenai pengukuran mind-mindedness dan implementasi mind-mindedness. “Pada umumnya implementasi mind-mindedness berkaitan dengan kasus remaja,” tuturnya. Akan tetapi, konsep ini juga bisa dipakai untuk anak autism spectrum disorder, post-traumatic syndrome, dan lainnya.

Setelah pemaparan Yuspendi, Evany melanjutkan webinar dengan materi yang berjudul “Peran Parental Self-Efficacy Dalam Keluarga”. Berdasarkan penelitian, di masa pandemi dan pembelajaran jarak jauh (PJJ) membuat orang tua, terutama ibu, memiliki tugas tambahan mendampingi anak semasa PJJ. Inilah yang membuat kebanyakan ibu merasa tidak mampu dan tidak yakin dalam mengurus anak sehingga timbul rasa cemas, takut, bahkan mengalami stres. “Selfefficacy adalah suatu keyakinan mengenai kemampuan orang tua melakukan perannya sebagai orang tua secara adekuat dalam mengasuh anak,” jelas Evany. Orang tua bukan hanya mengemban tugas untuk memenuhi kebutuhan fisik anak, tetapi juga memberikan kebutuhan emosional, perlindungan, rasa aman, dan lain-lain.

Orang tua yang memiliki self-efficacy tinggi akan lebih terlibat aktif dalam pendidikan anak yang pada akhirnya akan mendukung kesuksesan anak. Jika dijabarkan, self-efficacy sama seperti kutipan dari Jeff Stencel, “You are what you think, you become what you believe”. “Artinya, kita mempunyai dua pilihan, yaitu kita bisa atau tidak bisa menjadi orang tua yang baik bagi anak kita,” ucap Evany. Selain itu, Evany juga menjelaskan empat sumber pengaruh utama untuk memiliki self-efficacy yang tinggi.

Dua topik yang diangkat dalam webinar ini bertujuan agar orang tua dapat memberikan pengasuhan terbaik bagi anak serta berperan di dalam keluarga. Setiap orang tua jelas ingin mengetahui anak-anaknya berkembang secara optimal, penuh rasa aman, nyaman, serta hangat. Oleh karena itu, salah satu cara untuk membuat anak bertumbuh dan berkembang dengan percaya diri adalah dengan memperlakukan anak sebagai individu yang memiliki pemikiran sendiri. (ns/gn)

Baca juga: Magister Psikologi Maranatha Berikan Pengajaran Parenting untuk Menghadapi Situasi Sulit

Foto: dok. Bidkom – Ditinfo

Upload pada 15 July 2020