Sebuah pameran hasil kerja sama Program Studi S-1 Seni Rupa Murni Universitas Kristen Maranatha dan Kyoritsu Women’s University, Japan diselenggarakan pada 26 – 28 Agustus 2019. Pameran dengan judul Japan-Indonesia Frienship Exhibition 2019 ini termasuk ke dalam program Art Residence yang pertama kali dilakukan di UK Maranatha dengan melibatkan seorang seniman patung yang juga dosen Kyoritsu Women’s University, Sunao Watanabe.

Pameran yang mengangkat tema “Chinsai-The Monolith of Arboreal Spirits” ini tidak hanya menampilkan hasil karya seni Sunao Watanabe saja, tetapi juga karya seni buatan mahasiswa Kyoritsu Women’s University, siswa Sekolah Menengah Atas di Jepang, seniman kontemporer Jepang dan Indonesia, termasuk di dalamnya karya alumnus UK Maranatha, Ernest Kustiadihardjo.

Ketua Program Studi S-1 Seni Rupa Murni, Dr. Ismet Zainal E., M.Sn. berkesempatan untuk menjelaskan tema yang diambil dalam acara ini. Chinsai yang diambil dari bahasa Jepang merupakan festival penyucian jiwa yang menyangkut hal-hal spiritual yang dilakukan di Jepang. Wakil Rektor I, Olga Catherina Pattipawaej, Ph.D. yang menghadiri pameran tersebut turut menyambut para tamu yang hadir. Beliau juga berharap acara ini dapat dinikmati dan kerja samanya dapat berlangsung dengan baik hingga masa mendatang.

Sunao juga menceritakan bagaimana ia bisa mendapatkan kayu dengan kualitas baik dan proses pembuatan patung pada sesi Artist Talk yang diselenggarakan pada 26 Agustus 2019. Ismet juga turut menjelaskan bahwa hasil karya Sunao yang ditampilkan ini berasal dari kayu angsana yang diambil dari Taman Eden Maranatha. Menurut Sunao, jenis kayu inilah yang sangat bagus untuk dijadikan sebuah patung karena tidak memiliki getah.

Johnson, salah satu pengunjung pameran ini mengatakan, “Saya tertarik dengan pameran ini karena saya juga menyukai seni lukis. Saya juga kagum melihat karyanya karena seniman Jepang dapat membuat patung orang utan yang sangat bagus, padahal di Jepang tidak ada orang utan”.

Sesi workshop mengenai kipas tradisional Jepang juga turut diadakan keesokan harinya yang dibawakan oleh Mizuta Izumi yang merupakan seorang kurator dari Jepang dengan bantuan para mahasiswa Jepang. Seni yang digunakan dalam workshop ini bernama Suminagashi yang menggunakan tinta khusus, yaitu marbling paint untuk menciptakan tekstur marmer. Workshop yang diadakan di Ruang Workshop Tekstil dan Persepatuan Maranatha juga turut dihadiri oleh siswa-siswi SMP Santa Ursula dan SMAK 3 Bina Bakti, Bandung. (ns)

Upload pada 30 August 2019