Mempererat Jalinan Antar Negara melalui Spirit of Bandung

Pada tanggal 23-24 Mei 2017, “Forum ke-3 The Spirit of Bandung Forum” telah
sukses terselenggara di Universitas Kristen Maranatha, dengan tema One Belt of
Partnership One Road in Actions —Best Practices of “the Belt and Road” in International
Partnerships. Forum Spirit of Bandung adalah forum pendidikan & budaya yang
merupakan gagasan bersama antara Universitas Kristen Maranatha dan
Hebei Normal University (HNU), dan telah dirintis sejak tahun tahun 2013 oleh Pusat
Bahasa Mandarin (PBM) di Universitas Kristen Maranatha. Forum dwitahunan ini
bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, komunikasi, dan kerja sama di tengah
perbedaan budaya, serta membangun jembatan persahabatan dalam masyarakat.

“Jalur Sutra Maritim Abad ke-21” yang diprakarsai oleh Tiongkok, selaras dengan
strategi pembangunan Indonesia sebagai “Poros Maritim Dunia”, juga sesuai dengan
kebutuhan umum negara-negara di sepanjang jalur ini. Konsep ini membuka peluang
baru bagi setiap negara untuk saling melengkapi dengan keunggulan masing masing dan
melaksanakan pembangunan. Adapun tantangan bersama bagi Pusat Bahasa Mandarin
(PBM) di kawasan Asia Tenggara ialah bagaimana terus meningkatkan kualitas
pendidikan PBM di kawasan ini, memajukan pertukaran budaya, dan komunikasi,
meningkatkan pelayanan dalam masyarakat, meningkatkan pertumbuhan ekonomi
setempat, serta mempererat pengertian dan persahabatan satu sama lain. Forum ini
merupakan ajang bertukar pikiran, berbagi ilmu, dan mencari solusi bersama demi
kemajuan pembangunan. Oleh sebab itu, forum ini menghadirkan topik One Belt of
Partnership One Road in Actions —Best Practices of “the Belt and Road” in
International Partnerships. Forum dihadiri oleh perwakilan 12 Pusat Bahasa Mandarin
(PBM) dari 8 negara, yaitu Indonesia, Tiongkok, Thailand, Myanmar, Laos, Filipina,
Malaysia, dan Singapura; hadir pula para akademisi, budayawan, figur bisnis, dan tokoh
masyarakat dari Indonesia dan Tiongkok, total lebih dari 150 delegasi.

Sebagai pembuka forum ini, ditampilkan drama musikal, kreasi dari Universitas
Kristen Maranatha dengan latar peristiwa “Bandung Lautan Api 1946”, dilanjutkan
dengan lagu nasional Indonesia “Halo, Halo Bandung” persembahan Paduan Suara
Mahasiswa Universitas Kristen Maranatha. Sambutan pembuka oleh tamu
kehormatan, berturut-turut disampaikan oleh: Wakil Rektor I Universitas Kristen
Maranatha, Ibu Olga Pattipawaej ; Wakil Rektor Hebei Normal University, Bapak Deng
Mingli; Perwakilan Wali Kota Bandung Bapak Ridwan Kamil; Sekretaris Daerah Jawa
Barat Bapak Iwa Karniwa; Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, MP Direktur Pembelajaran,
Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementrian Riset, Teknologi dan
Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.
Selanjutnya, dilanjutkan dengan pemaparan makalah dari beberapa pembicara utama
(keynote speakers), Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, MP Direktur Pembelajaran,
Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan, pimpinan Beijing Foreign Studies
University Bapak Han Zhen, dan Wakil Rektor I Universitas Kristen Maranatha Ibu Olga
Pattipawaej. Masing-masing pembicara memaparkan dari berbagai sudut pandang,
tentang nilai dan makna mendalam yang terkandung dalam inisiatif “One Belt One Road”
(OBOR). Paparan dan tanya jawab yang diberikan, mendatangkan manfaat besar bagi
para delegasi yang hadir.

Pada tanggal 23 Mei 2017 di sesi siang dan sore, dilangsungkan pertemuan sesi
paralel, yang terbagi atas 4 topik: 1.Kerja Sama antara Pusat Bahasa Mandarin (PBM)
dan Komunitas Setempat; 2.Inovasi dan Pengembangan Pengajaran Bahasa dan
Pertukaran Budaya, Mengacu pada “One Belt One Road”; 3.Memperkuat Kerja Sama
antar PBM Se-Asia Tenggara; 4. “One Belt One Road” dalam Memajukan Perkembangan
Industri Pariwisata di Asia Tenggara. Lebih dari 20 delegasi menyampaikan pidato kunci
dalam pertemuan ini.

Diskusi kelompok diadakan 24 Mei pagi untuk dilanjutkan dan mencari ide dan
solusi dari pembicaraan di hari sebelumnya, dipimpin oleh Wakil Rektor 3 Universitas
Kristen Maranatha, Bapak Roy Anthonius. Para delegasi membahas ke 4 topik di atas
secara menyeluruh dan dapat menghidupkan suasana diskusi. Pada sesi pamungkas,
Direktur Pihak Tiongkok untuk PBM Universitas Kristen Maranatha, Bapak Yan Haoran,
menyampaikan pidato rangkuman kegiatan forum. Terakhir, dalam alunan merdu lagu”
Míngtiān Huì Gèng Hǎo (Esok Akan Lebih Baik)” oleh siswa-siswi Madrasah Bandung,
Forum “Spirit of Bandung” pun berhasil ditutup dengan sempurna. Selanjutnya, para
delegasi mancanegara dan luar kota pun bersama-sama menyusuri Jalan Asia Afrika,
mengunjungi Gedung Sate (Kantor Gubernur Jawa Barat), dan menyaksikan pertunjukan
alat musik di Saung Angklung Udjo Bandung.

Forum ini sukses meraih hasil sempurna. Para delegasi sepakat bahwa Pusat Bahasa
Mandarin (PBM) dan institusi budaya dan pendidikan di kawasan Asia Tenggara,
seyogianya meminjam momentum “One Belt One Road” untuk mempererat komunikasi
dan kerja sama, belajar dari satu sama lain, saling memajukan, menjadikan pengajaran
bahasa dan kegiatan budaya semakin baik dalam memajukan pembangunan ekonomi dan
sosial. Bandung yang beriklim sejuk, berpanorama indah, dan berpenduduk ramah,
meninggalkan kesan manis dan mendalam bagi para delegasi. Semuanya berharap, di
kesempatan mendatang, dapat kembali ke Bandung yang permai, dengan membawa lebih
banyak pengalaman dan prestasi.