Pada tanggal 20 Juni 2020, Himpunan Mahasiswa Program Sarjana Teknik Elektro Universitas Kristen Maranatha mengadakan eXTalk Vol. 2 dengan tema “Introduction to Design Thinking and Visual UI”. Dalam webinar ini, Ezra Ravin Mateus, narasumber sekaligus mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2016, membagikan ilmunya mengenai design thinking dan juga User Interface (UI) kepada para peserta yang terdiri dari siswa SMA hingga mahasiswa. Webinar ini sendiri merupakan rangkaian lanjutan dari workshop eXTalk Vol. 1 yang telah diadakan pada bulan Februari 2020.

Saat menyampaikan materi, Ezra berpendapat bahwa desain pada zaman sekarang mempunyai dampak yang lebih. “Desain sendiri sekarang impact-nya bukan sekadar visual, tetapi juga menyangkut profit bisnis dan costumer experience,” ujarnya. Untuk memulai proses design thinking, ia mengatakan bahwa kita harus memikirkan tiga elemen. Pertama, kita harus memikirkan terlebih dahulu elemen why, yakni mengenai tujuan atau nilai yang ingin ditonjolkan dari desain produk kita. Selanjutnya, kita harus memikirkan bagaimana (how) cara untuk mencapai tujuan tersebut sehingga akhirnya bisnis kita pun dapat mencapai cara tersebut (what).

Selain itu, Ezra pun berbagi mengenai empat metode dasar design thinking, yaitu empathy mapping, user persona, value proposition canvas, dan user journey map. Sebagai desainer, penting bagi kita untuk memikirkan empathy mapping untuk dapat berempati kepada pengguna produk. “Misalnya kita mau merancang produk, kita harus mengerti dulu user kita berpikir seperti apa untuk mencapai tujuan mereka,” kata Ezra. Selain itu, user persona pun penting guna mendefinisikan user base berdasarkan hasil analisis kita terhadap mereka. Value proposition canvas dapat digunakan untuk menambah maupun memperbaiki produk atau pelayanan kita selama ini, sedangkan user journey map adalah salah satu metode yang berguna untuk menganalisa para pengguna produk lebih dalam lagi.

Sebagai penggiat UI/UX sejak Juni 2019, Ezra pun berbagi mengenai ilmu User Interface (UI). Ia berkata, UI sendiri sangat penting untuk menghadirkan visual atau layout yang rapi pada suatu website atau aplikasi sehingga para pengguna tidak kebingungan saat mengakses produk atau informasi yang dibutuhkan. Ditambah lagi, masa pandemi sekarang akan menjadi salah satu kesempatan besar untuk bekerja di bidang UI/UX. “Kebutuhan orang untuk menggunakan aplikasi sekarang semakin meningkat sehingga bekerja di bidang UI/UX akan semakin terbuka peluangnya,” tambah Ezra.

Untuk menutup sesi webinar tersebut, Ezra membagikan beberapa prinsip yang harus dipegang untuk mendesain website dan aplikasi secara rapi. Menurutnya, para desainer harus memperhatikan hierarchy atau urutan informasi agar mudah dibaca pengguna. Selain itu, contrast pun penting untuk digunakan. “Penggunaannya adalah pada elemen warna, contohnya pada button yang terdapat pada aplikasi,” ujar Ezra.

Proximity dan white space adalah dua faktor yang juga harus diperhatikan. Saat desainer memberikan informasi, penting agar penataannya tidak membingungkan bagi para pengguna. Oleh karena itu, jarak kosong antarinformasi pun diperlukan supaya penampilan informasi lebih rapi. Terakhir, Ezra pun mengatakan bahwa desainer harus konsisten dalam menampilkan visual, seperti pemiihan warna, font, dan typography, agar para pengguna pun tidak bingung saat melihat tampilan. (cm/gn)

Foto: dok. Bidkom – Ditinfo

Upload pada 23 June 2020