Dalam rangka telah terlaksananya Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, pada hari Jumat, 31 Mei 2019, Badan Pelayanan Kerohanian (BPK), Pendeta Universitas dan Pusat Kajian Kebhinekaan dan Perdamaian (PKKP) Universitas Kristen Maranatha menyelenggarakan talk show kebangsaan bertajuk “Indonesia Pascapemilu 2019”. Dengan mengangkat tema tersebut lima narasumber pun turut diundang untuk membuka perspektif dan membangun komitmen kebangsaan. Sebanyak 190 dosen dan karyawan civitas academica juga turut menghadiri acara ini di Ruang Teater, Gedung Administrasi Pusat (GAP) lantai 8.

Pada rangkaian talk show, Pdt. Hariman A. Pattianakotta, M.Th. selaku Pendeta Universitas memimpin talk show ini sebagai moderator. Lima narasumber yang diundang terdiri dari H. Yusuf Kurnia selaku Komisioner Pengawas Pemilu dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Jeirry Sumampow selaku Koordinator Komite Pemilih Indonesia, Dr. Mathius Tandiontong, M.M. selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha, H. Wawan Gunawan, S.Ag., M.Ag. selaku dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, dan Pdt. Albertus Patty selaku Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).

Prof. Ir. Armein Z. R. Langi, M.Sc., Ph.D. selaku Rektor Universitas Kristen Maranatha dalam kata sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang di Universitas. Beliau pun menceritakan bagaimana pemilu yang diselenggarakan pada tahun 2014, saat beliau pro dengan satu pasangan calon (paslon) dan kontra dengan paslon lainnya. Dari sini beliau menyadari bahwa guru besar adalah “makanan empuk” dari peran-peran yang dikemas dengan ahli sehingga kita bisa terpengaruh. Armien mengajak seluruh hadirin untuk peka terhadap pesan-pesan yang disampaikan dalam Pemilu agar kita tidak menerima kebohongan sebagai kebenaran (post-truth politics). Maka dari itu, Armien berpesan, “Tugas besar bagi universitas, yaitu harus mengasah sensitivitas dalam hal-hal yang sangat kontradiktif dengan spirit dan nilai-nilai perguruan tinggi dan kita juga harus membuat kesimpulan yang benar.”

Dalam talk show, para pembicara membahas tentang bagaimana proses penyelenggaraan pemilu yang telah berlangsung, beberapa catatan evaluatif dari pemilu serentak 2019, penjelasan bagaimana masyarakat dan agama agar tidak terserap menjadi alat politik, peran dari gereja yang dapat diberikan untuk membangun demokrasi dan kesejahteraan Indonesia, dan masih banyak lagi. Acara ini juga dimeriahkan dengan persembahan pujian dari karyawan dan mahasiswa. (ns)

Upload pada 10 June 2019