Memahami Celah Pola Didik Milenial Melalui Leaders Gathering Maranatha

Beberapa lembaga, yayasan, bahkan komunitas terus aktif membicarakan bagaimana melakukan pendekatan dengan generasi milenial yang saat ini dirasa membutuhkan penanganan khusus. Adanya gap/celah pola didik antara generasi milenial dengan generasi sebelumnya membuat cara mendidik anak-anak zaman sekarang menjadi lebih sulit. Universitas Kristen Maranatha melihat hal ini sebagai bahan baik untuk dibahas dalam sebuah pertemuan yang melibatkan tenaga pendidik sekolah dan gereja. Selain itu, hal ini juga untuk menjalin kerja sama yang lebih baik dengan pihak sekolah dan gereja.

Jika tahun lalu, kampus Maranatha mengadakan Principal Gathering dengan mengundang pihak sekolah saja, tahun ini diadakan kembali dan berganti nama menjadi Leaders Gathering dan memperluas undangan ke gereja-gereja. Leaders Gathering dilakukan untuk menghasilkan ide-ide gagasan untuk kemajuan pengembangan pihak terkait dalam membimbing dan mempersiapkan anak-anak menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan mengangkat tema “Bridging The Gap in Education”, bentuk kegiatan yang dilakukan adalah forum discussion untuk melihat situasi siswa atau anak remaja pada angkatan milenial yang cenderung lebih dekat dengan teknologi, sehingga perlu ada metode atau cara dari para pendidik agar lebih diterima oleh mereka.

Melalui kegiatan forum yang diadakan pada Kamis, 24 Agustus 2017 di Auditorium P.A. Surjadi, M.A. Gedung B lantai 2 ini, kampus Maranatha perlu mendapat keselarasan antara pihak sekolah, gereja, dan perguruan tinggi, sehingga yang telah diajarkan dan ditanamkan sejak anak menempuh pendidikan remaja dapat berlanjut ke perguruan tinggi. Sekitar 75 peserta perwakilan dari beberapa Sekolah Menengah Atas Swasta di Jawa yang mengikuti kegiatan ini merupakan kepala sekolah, wakil, atau guru bimbingan konseling (BK) dan perwakilan gereja di Jawa Barat dihadiri oleh pendeta/gembala sidang, majelis/penatua, atau pengurus remaja.

Pada hari kedua, 25 Agustus 2017, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan melakukan Bandung City Tour menggunakan Bandung Tour on Bus (Bandros) yang kini menjadi salah satu magnet wisatawan di kota Bandung. (pm)