Kota Bandung merupakan salah satu kota di Indonesia yang tetap menjaga dan melestarikan gedung-gedung bersejarah. Terbukti dengan pelestarian gedung Komando Daerah Militer (Kodam) III Siliwangi yang masih ada hingga sekarang. Sehubungan dengan itu, Program Sarjana Arsitektur bersama dengan Program Sarjana Desain Interior Universitas Kristen Maranatha menyelenggarakan kuliah umum secara online dengan topik “Dokumentasi Aset Warisan Budaya: Bangunan Militer Kota Bandung” pada hari Jumat, 15 Mei 2020.

Kuliah umum ini merupakan materi kuliah dari Pengantar Seni Rupa Desain dan Arsitektur dan juga hasil pengabdian dosen yang melibatkan pemerhati budaya, Bandung Heritage, dan mahasiswa UK Maranatha. Pada kesempatan ini, kuliah umum membahas mengenai dokumentasi bangunan militer. Dosen Program Sarjana Desain Interior Maranatha, Sriwinarsih Maria Kirana, S.Sn., M.A., M.T. yang juga menjadi pembicara, mengatakan bahwa dokumentasi bangunan adalah hal yang dapat bermanfaat, baik di masa kini dan masa yang akan datang.

Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain Maranatha, Irena Vanessa Gunawan, S.T., M.Com. dalam sambutannya mengungkapkan ucapan terima kasih atas partisipasi peserta. “Tujuan kuliah ini adalah untuk mendapat wawasan yang luas tentang bidang seni dan arsitek,” ungkapnya. Irena juga mengatakan bahwa kelak kuliah umum ini akan dibuka lebih luas hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). “Kami berharap agar wawasan ini didapat sejak dini,” harapnya.

Dalam pemaparan yang dibawakan, Maria menunjukkan foto-foto aristektur dan interior dari gedung militer Kodam III Siliwangi. Menurut Maria, gedung militer mempunyai kultur yang signifikan. “Bangunan militer tetap mempertahankan warisan Hindia Belanda,” ucapnya. Selain itu, bangunan militer memiliki potensi budaya dan karakter bangunan yang bisa memperkaya wawasan dan ilmu pengetahuan.

Maria menjelaskan bahwa pada zaman dahulu di dalam markas militer, Belanda memperhatikan interior dan detail pada gedung, seperti interior tangga, adanya empat patung hewan sebagai simbol arah mata angin, dan kesan gedung yang terlihat “masculine look”. Tidak hanya itu, Maria juga menjelaskan bahwa interior dan kawasan gedung tersebut masih dijaga keasriannya. Ia pun menerangkan mengenai interior dan detail dari markas perhubungan Kodam III Siliwangi, gudang utara-selatan, dan kawasan militer lainnya.

Maria pun menambahkan, keberadaan gedung bersejarah ini harus dilestarikan dan dipertahankan dengan memanfaatkan dokumentasi sebagai bukti dalam pemeliharaan maupun perkembangan. “Dokumentasi ini juga bisa bermanfaat untuk dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan, khususnya orang awam,” lanjutnya.

Kuliah umum yang terbuka bagi publik ini dihadiri sebanyak 144 orang yang terdiri dari Wakil Rektor I UK Maranatha, Olga Catherina Pattipawaej, Ph.D.; Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain, Irena Vanessa Gunawan, S.T., M.Com. beserta jajarannya; Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat Kodam III Siliwangi; Bandung Heritage; mahasiswa UK Maranatha; serta masyarakat umum. Di akhir pemaparan, peserta juga diberikan kesempatan untuk bertanya di sesi tanya-jawab. Selain itu, pemaparan dokumentasi gedung militer ini juga diapresiasi oleh Kodam III Siliwangi. (ns/gn)

Foto: dok. Bidkom (Ditinfo)

Upload pada 19 May 2020