Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan pameran internasional The ASEAN Digital Arts Association (ASEDAS) 2021, mengadakan webinar bertemakan “Nusantara Suatu Harapan, Kreativitas Seni Rupa Esok Hari”. Webinar yang diadakan pada 12 Agustus 2021 melalui platform Zoom ini dihadiri oleh sekitar 124 peserta dari berbagai kalangan.

Dekan FSRD UK Maranatha, Irena Vanessa Gunawan, S.T., M.Com. dalam sambutannya mengatakan, melalui webinar ini peserta dapat mengambil inspirasi terkait harapan kreativitas seni rupa esok hari. Ia mengajak kita untuk terus bersyukur karena Tuhan mencintai kita manusia-manusia Indonesia yang dianugerahi tanah air yang luar biasa subur, dan memiliki modal 600 lebih suku dengan budaya yang begitu beragam.

Webinar ini akan terus menguatkan dan menginspirasi kita supaya kita terus mengeklaim dan muncul sebagai proud owners dari budaya Nusantara. ASEDAS ini merupakan acara wawasan internasional. Ini merupakan kesempatan kita untuk muncul sebagai duta-duta budaya. Berharap kita bisa terus diingatkan betapa kayanya kita dan jangan terbawa oleh alur modernisasi dan melupakan apa yang sudah menjadi modal utama kita,” tutur Irena.

Webinar yang dipandu oleh Prof. Dr. Endang Caturwati, M.S. sebagai moderator ini menghadirkan dua narasumber yang telah ahli dalam bidangnya masing-masing.

Pembicara pertama, Prof. Dr. Setiawan Sabana, M.F.A., Guru Besar Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung membawakan materi berjudul “Seni Rupa Nusantara Dulu, Kini, dan Esok: Menapak Jejak Seni Cetak Nusantara”. Dalam materinya Prof. Sabana memberikan penjelasan mengenai seni cetak Nusantara, serta melihat tapak dan jejak awal bagaimana seni cetak hadir dalam perjalanan seni rupa di wilayah kebudayaan dan peradaban Nusantara. Di samping itu, ia mengajak para peserta untuk melacak prestasi dan capaian budaya visual nenek moyang di kawasan Nusantara.

Pada akhir materinya, Prof. Sabana menyimpulkan bahwa kebudayaan Nusantara telah mewariskan berbagai artefak seni rupa, berupa patung batu, gambar cadas, serta budaya dan seni cetak cadas yang telah tersimpan puluhan ribu tahun. Karya cetak tangan tersebut menjadi awal tapak dan jejak perjalanan seni cetak Nusantara. Bukit-bukit dan gua-gua yang menyimpan karya seni tersebut diibaratkan sebagai museum-museum alam yang siap dikunjungi, dan menyebutkan bahwa nenek moyang kita juga layak mendapat predikat ahli permuseuman purba.

Sebagai pembicara kedua, Prof. Dr. Dharsono, M.Sn., Guru Besar Ilmu Estetika Seni di Institut Seni Indonesia Surakarta, membawakan materi “Estetika Citarasa” yang membahas mengenai munculnya kembali paradigma baru dalam pencarian identitas kekaryaan seni pada era revolusi industri digital di abad milenial.

Webinar kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Webinar ini masih termasuk dalam rangkaian penyelenggaraan pameran internasional ASEDAS 2021 Virtual Digital Art Exhibition “A New Hope” yang melibatkan peserta dari banyak negara. Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha menjadi tuan rumah ASEDAS 2021 yang diselenggarakan pada Juni 2021. (gn)

 

Foto: dok. Fakultas Seni Rupa dan Desain UK Maranatha via Zoom

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 2 September 2021