MEDALI EMAS PON XIX 2016 JAWA BARAT

Medali emas, perak, dan perunggu berhasil diraih oleh tujuh orang mahasiswa Universitas Kristen Maranatha pada kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 Jawa Barat lalu. Universitas Kristen Maranatha mengapresiasi prestasi ini, salah satunya dengan mengadakan jamuan ramah tamah bersama pejabat struktural universitas di Gedung Administasi Pusat lantai 6 pada Jumat, 14 Oktober 2016.

Mahasiswa perwakilan Jawa Barat, yaitu Aditya M. Rasyid, Fakultas Ekonomi angkatan 2015 berhasil meraih medali emas cabang olahraga Futsal; Valensia Angela, mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain angkatan 2012 berhasil meraih tiga medali emas cabang olahraga Dance Sport; Taufan Adwitya, mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2014 berhasil meraih medali perak cabang olahraga Anggar; Jovian Samuel, mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 2013 berhasil meraih medali perunggu cabang olahraga Dance Sport; serta Alida Megaputri Salim, mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 2010 berhasil meraih medali emas cabang olahraga Anggar. Juga mahasiswa Fakultas Teknik angkatan 2016 bernama Devi Meilisa mewakili Sulawesi Tenggara dalam cabang olahraga Dayung berhasil meraih medali perunggu dan Andi Fabian, mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi angkatan 2010 berhasil meraih medali perak cabang olahraga Selam Laut mewakili DKI Jakarta.

Latihan yang keras, tidak mudah putus asa, percaya diri, fokus pada tujuan, serta doa merupakan kunci sukses para mahasiswa juara PON ini. Jovian Samuel mengenang sebuah momen sebelum mengikuti lomba PON “Waktu itu saya diajak untuk mengunjungi makam pejuang PORI dulu, saat berziarah saya teringat mama yang juga sudah tiada. Setelah itu, saya minta izin mau ke makam mama juga. Yah, istilahnya minta restu dan doa”. “Kami bangun untuk salat subuh, setelah itu kami langsung latihan. Terus siangnya kami latihan lagi. Ngantuk banget tapi berkesan”, kenang Aditya M. Rasyid, peraih medali emas cabang olahraga Futsal. Beberapa mahasiswa mengenang momen sebelum mengikuti perlombaan PON, ada juga yang menjadikan olahraga sebagai terapi kesehatan dan berujung pada prestasi seperti yang dialami oleh Andi Fabian, peraih medali perak cabang olahraga selam laut, awalnya renang hanya untuk terapi kesehatan Andi, kemudian beralih menjadi hobi. Selain itu, para mahasiswa juga memiliki harapan kedepan untuk mengembangkan prestasi mereka dalam bidang olahraga. Valensia Angela, peraih medali emas cabang olahraga Dance Sport, berharap dapat terus mengembangkan potensi dansa serta masuk lomba SEA Games dan ASEAN Games. “Saya mau jadi pelatih anggar nanti, kalau bisa masuk Pelatnas. Tapi sebelum itu saya mau fokus selesaikan kuliah dulu“, kata Alida Megaputri Salim yang akrab disapa Mega. Terus berusaha dan tidak mudah menyerah karena “Setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya”, tegas Devi Meilisa, peraih medali perunggu cabang olahraga Dayung.

“Semoga prestasi di bidang olahraga yang berhasil diraih oleh tujuh orang mahasiswa dalam PON ini, menjadi inspirasi bagi mahasiswa Universitas Kristen Maranatha yang lain. Teruslah berkarya dan kembangkan prestasi di segala bidang”, ungkap Roy Anthonius, S.Sn., M.Ds., Wakil Rektor III Universitas Kristen Maranatha. (pm)

IMG_9315_a