Maranatha Law Fair 2016: Revolusi Mental bagi Generasi Muda Penerus Bangsa

Maranatha Law Fair 2016: Revolusi Saknalika 4.0 dengan tema Revolusi Mental sebagai Ciri Gejala Sosial yang Terjadi di Masyarakat digelar pada tanggal 11-13 Februari 2016. Sebagai perwujudan dari agenda akademik Fakultas Hukum, acara Maranatha Law Fair 2016 ingin mengajak anak muda mengubah diri dalam menghadapi arus globalisasi yang sangat kuat lewat upaya mengasah kemampuan anak-anak SMA baik dari segi nalar maupun kreativitas melalui lomba pidato dan lomba debat tingkat SMA se-Jawa Barat. Acara Maranatha Law Fair 2016 ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena selain terdapat agenda akademik, terdapat juga agenda non-akademik. Untuk pertama kalinya acara Maranatha Law Fair memiliki rangkaian acara yang lengkap mulai dari opening ceremony, pelaksanaan lomba hingga closing ceremony.

Pada hari Kamis (11/2) rangkaian acara MLF 2016 dibuka di GAP lantai 8 pada pukul 12 siang dengan diadakannya seminar “Pengenalan Hukum” dan Revolusi Mental sebagai Ciri Gejala Sosial yang Terjadi di Masyarakat.

IMG_4284

Sedangkan kegiatan lomba sendiri dimulai pada hari kedua yaitu hari Jumat (12/2). Sekolah-sekolah yang mengirimkan perwakilannya antara lain SMA BPK 2 Bdg, Binak 1, Sanmar 1 Bdg, Sanmar 1 Cirebon, SMAN 6 Bdg, BPK Holis, Bintang Mulia. Pada pukul 09.00 WIB, 11 tim yang bertanding di lomba debat dibagi ke dalam 3 chamber untuk membahas 3 mosi yaitu mengenai “larangan bagi siswa SMP & SMA untuk merayakan valentine”, “Hukuman pidana bagi pria yang menggunakan jasa PSK”, dan “revisi PP No. 27 tahun 1983 tentang ganti rugi salah tangkap”.

Sementara itu Lomba Pidato tingkat SMA se-Jawa Barat yang digelar di ruang Mediasi Gedung Fakultas Hukum Universitas Kristen Maranatha berlangsung dengan Tema Revolusi Mental. Melalui persiapan materi dan latihan yang baik, para peserta lomba pidato mampu membawakan pidato mereka dengan profesional hingga terpilihlah 4 semifinalis untuk memperebutkan posisi 3 besar.

Keesokan paginya yaitu hari Sabtu (13/2) dua tim yang gugur di babak semifinal mengikuti babak perebutan juara 3, bertempat di GWM H3C5. Mosi yang diangkat adalah mengenai “hukuman kebiri kimia bagi paedofil”. Di akhir lomba para juri menyampaikan pujian sekaligus masukannya bagi masing-masing tim yang dinilai telah membawakan materi dari hasil riset yang cukup lengkap, hanya saja mereka harus meningkatkan kemampuan menyampaikan materi tersebut dalam suatu debat dengan lebih tenang dan fokus.

Setelah melewati babak demi babak, tibalah saatnya untuk final lomba debat yang dimulai pada pukul 13.00 bertempat di Auditorium Prof. Dr. P.A. Surjadi, M.A. Babak final lomba debat ini mengangkat mosi “hukuman kebiri kimia bagi paedofil”. Dewan juri untuk babak final terdiri dari Dr. P. Lindawaty Suherman Sewu, S.H., M.Hum., M.Kn, Agus Setiawan, S. H., M. Hum., M. Kn., Prof. Dr. Willa C. H. Supriadi, S.H., M.H., Bapak Dr. I Ketut Adi Purnama S.H., M.H., dan Bapak Sarmadi S.H., M.H. Saat menyampaikan masukannya di akhir perlombaan, dewan juri sepakat bahwa para finalis yang masuk ke babak final memang merupakan tim terbaik karena dapat membawakan materi yang berkualitas dengan argumentasi yang menarik. Dewan juri menyampaikan pujiannya kepada para peserta lomba debat tingkat SMA se-Jawa Barat ini bahwa di usia yang masih sangat belia mereka dapat memberikan analisis dan argumentasi yang sangat tajam, tidak heran jika di masa depan mereka dapat menjadi juru bicara dan debator yang handal.

Sembari menunggu para juri memberikan penilaiannya para peserta lomba dan tamu dapat menyaksikan persembahan tarian daerah khas Jawa Barat.

Tibalah waktu pengumuman pemenang. Para pemenang lomba pidato dan debat tingkat SMA se-Jawa Barat diminta naik ke atas panggung untuk memperoleh piala dan hadiah. Pada akhirnya Lomba Pidato tingkat SMA se-Jawa Barat pada Maranatha Law Fair 2016 dimenangkan oleh perwakilan dari SMAN 6 Bandung sebagai juara ketiga, SMAK 2 BPK Penabur Bandung sebagai juara kedua, dan SMA Bina Bakti sebagai juara pertama. Sedangkan untuk Lomba Debat tingkat SMA se-Jawa Barat Maranatha Law Fair 2016 dimenangkan oleh tim dari SMAN 1 Bandung sebagai juara ketiga, tim dari SMA Santa Maria 1 Bandung sebagai juara kedua dan tim dari SMA Santa Maria Cirebon sebagai juara pertama.

IMG_4528

Setelah para pemeng diumumkan tibalah saatnya untuk memberikan kata sambutan penutup dimana Dekan Fakultas Hukum UKM Dr. P. Lindawaty Suherman Sewu, S.H., M.Hum., M.Kn. menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara ini. Selain itu sambutan penutup juga disampaikan Bapak Agus Setiawan, S.H., M. Hum., M. Kn. selaku pembimbing acara ini yang juga mengungkapkan rasa bangganya atas terselenggaranya acara ini dan besar harapannya untuk kelangsungan acara ini di tahun yang akan adatang. Ine Nurhayati, selaku ketua pelaksana acara MLF 2016 ini juga mengungkapkan apresiasinya bagi para panitia yang sudah bekerja keras demi terselenggaranya acara ini. Para penonton yang hadir juga memberikan masukan untuk membuat mosi yang lebih aktual dan hangat diperbicangkan agar meningkatkan minat para penonton untuk hadir ke acara Maranatha Law Fair.

Untuk melengkapi kesuksesan pelaksanaan acara ini, panitia Maranatha Law Fair 2016 menghadirkan bintang tamu Efek Rumah Kaca, The Experience Brothers dan L’Alphalpha dalam closing ceremony yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB. Terselenggaranya rangkaian acara Maranatha Law Fair 2016 ini menjadi bentuk pembuktian bahwa mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen Maranatha tidak hanya baik di bidang akademis saja namun juga mampu unjuk kemapuan di bidang non-akademis. Salam revolusi mental! (Rinella Chirilda Elgi – Reporter PR&P Universitas Kristen Maranatha)