Program Sarjana Manajemen Universitas Kristen Maranatha kembali mengadakan Maranatha Entrepreneurship Day (MED) dengan tema “Sharing is Caring”. Tahun ini, MED 3.0 tampak berbeda karena turut bekerja sama dengan Fakultas Seni Rupa dan Desain serta Pusat Bahasa Mandarin, dan didukung oleh Direktorat Penelusuran Bakat dan Admisi serta Direktorat Kemitraan, Inovasi, dan Kewirausahaan Maranatha. Tahun ini, MED 3.0 yang diselenggarakan pada 13-15 Oktober 2021 turut mendukung dan didukung oleh program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

MED 3.0 yang dihadiri oleh 1.300 peserta secara online mengadakan beberapa rangkaian acara, yakni ME-Fest, Me-Inspiring, Me-Talk, ME-War, dan Me-Tok. Me-Inspiring sebagai acara puncak acara menghadirkan empat narasumber, yang terdiri atas Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Inovasi, dan Kemitraan Maranatha, Dr. Krismanto Kusbiantoro, S.T., M.T.; alumnus Program Sarjana Desain Interior, Lisa Levina K. Jonatan, S.Sn., M.Ds.; Journalist & Social Activist, Andy F. Noya; dan Entrepreneur, Investor, Content Creator, Merry Riana.

Prof. Ir. Sri Widyantoro, M.Sc., Ph.D., IPU dalam sambutannya mengatakan, “Wirausaha tidak hanya mengenai profit, tetapi juga mengenai jiwa yang mau berbagi serta peduli terhadap sesama”. Dalam materinya mengenai “Bagaimana Cara untuk Menjadi Pribadi yang Sukses dalam Berbagi” Krismanto mengatakan, “Sejatinya hidup tujuannya memberi bukan menerima. Ketika kita bisa memberi, kita membuat sebuah kehidupan. Sebuah kehidupan dimulai dari memberi”. Sesudah itu, Lisa melalui materinya mengenai caringpreneurship menambahkan, “Caring Entrepreneur membuat kita menjadi orang-orang yang punya tujuan hidup yang besar”.

Dalam materi terkait sociopreneurship, Andy menyampaikan, “Kehidupan dibagi ke dalam empat tahap, survive, security, success, dan tahap saat hidup tidak semata hanya untuk kebahagian diri sendiri, tetapi juga berdampak bagi orang lain”. Sangat disayangkan apabila anak-anak muda hanya memikirkan kesuksesan usahanya untuk diri sendiri. Andy mengharapkan anak muda dapat bergabung ke dalam kewirausahaan sosial yang tidak hanya dapat menguntungkan diri sendiri, tetapi juga berdampak bagi masyarakat. Selain itu, ia juga membagikan beberapa cerita socialpreneurship yang telah sukses berkembang dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Merry yang membagikan pengalaman hidupnya mengatakan, “Hidup tidak hanya mengenai achievement, tetapi juga mengenai fulfilment”. Dalam menghadapi sebuah masalah, ia berpesan agar kita tetap bergerak dan berpikir bahwa badai pasti akan berlalu karena selama kita mau bertumbuh pasti kita akan menemukan jalan keluarnya. Selain memberi motivasi, Merry juga menginspirasi peserta melalui cerita yang ia bagikan mengenai pengalamannya sepanjang merintis usaha.

Sesi Me-Inspiring ditutup oleh Dekan Fakultas Bisnis Maranatha, Tan Ming Kuang, S.E., M.Si., Ak., Ph.D. Ia mengungkapkan, “MED 3.0 mencerminkan tiga ‘k’, yaitu kreatif, kepedulian, dan kolaborasi. Artinya, kreatif dalam memunculkan ide-ide, kepedulian yang sesuai dengan tema MED, serta kolaborasi yang melibatkan banyak pihak”. “Majulah terus wirausaha Indonesia dan jadilah generasi berbagi,” tutup Tan Ming Kuang. (so/gn)

 

Foto: dok. Panitia Maranatha Entrepreneurship Day (MED) via Zoom

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 8 November 2021