Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Kewirausahaan yang berada di bawah Program Studi S-1 Manajemen Universitas Kristen Maranatha menyelenggarakan kegiatan Maranatha Entrepreneurs Family 6.0. Kegiatan yang rutin diadakan secara berkelanjutan ini berlangsung pada hari Jumat, 10 Mei 2019 di Ruang H03B02, Grha Widya Maranatha. Acara ini mengundang dua orang narasumber yang merupakan para alumni yang telah sukses membangun bisnisnya.

Kedua alumni tersebut adalah Setiawan Murti, S.E., M.B.A., pemilik PT Arkon Kerta Sukses Indonesia yang bergerak di bidang kontraktor interior dan sipil, serta manufaktur furnitur; dan Marcellino Natal, S.E., M.M., pemilik dari 21 Scaffoding yang bergerak di bidang konstruksi bangunan, sekaligus menjabat sebagai CEO dari PT Bahtera Anugrah Tritunggal dan Titant Heavy Duty. Nur, S.E., M.T., dosen dari S-1 Manajemen bertindak sebagai moderator dalam acara ini. Para narasumber berkesempatan untuk membagikan ilmu dan pengalaman jatuh-bangunnya selama menjalankan bisnis kepada sekitar 80 peserta yang hadir pada acara ini.

Dekan Fakultas Ekonomi UK Maranatha, Dr. Drs. Mathius T., M.M., Ak. mengapresiasi acara ini sebagai salah satu metode pendidikan yang baik untuk memperkenalkan dunia kerja dan bisnis kepada mahasiswa sehingga ilmu yang diperoleh tidak hanya terbatas pada teori saja. Dalam sambutannya, Mathius mengatakan bahwa sebuah negara yang maju ditentukan dengan banyaknya wirausaha, dan ini sejalan dengan cita-cita Indonesia menjadi negara maju keempat pada tahun 2045. “Maka menurut saya kita perlu mempersiapkan sumber daya manusia yang mumpuni menuju negara maju tahun 2045. Oleh karenanya, ada baiknya di setiap kesempatan, mari kita gunakan semaksimal mungkin untuk berkomunikasi dengan dunia usaha untuk menciptakan para wirausaha sukses lainnya,” ujarnya.

Kegiatan yang membahas topik “Kingdom Business Plan” ini bertujuan agar mahasiswa, alumni, dan dosen yang berwirausaha mampu membangun jejaring bersama dalam rangka pengembangan bisnis mereka. Melalui kegiatan ini pula peserta diharapkan dapat berkontribusi balik bagi kampus dalam hal pemberian nilai materiel maupun nonmateriel dari praktek bisnis yang dijalani. Selain mendengarkan sharing dari para pembicara, acara juga diisi dengan penampilan modern dance dan live music yang dibawakan oleh para mahasiswa.

Setiawan mengatakan bahwa menentukan purpose atau tujuan kita melakukan bisnis adalah fondasi dasar dalam menyusun sebuah business plan, tetapi jangan melupakan kemuliaan Tuhan di dalam setiap bisnis tersebut. Menurut Marcelino sendiri, dalam menyusun business plan maka seseorang tidak boleh kehilangan fokusnya. “Bisnis dewasa ini haruslah unik dan beragam, tetapi apabila kita terdistorsi dengan ide lain yang masih belum jelas arahnya hanya akan membawa kita kepada kerugian. Hilangkan distorsi yang berputar di benak kita, maka itu akan membuat orang lain dan diri sendiri mudah untuk melihat ide kita,” tutupnya. (sg)

Upload pada 14 May 2019