Menjelang waktu tahun ajaran baru 2020/2021, Universitas Kristen Maranatha meluncurkan program kolaborasi baru dengan Yayasan BPK Penabur. Program yang diberi nama Fast Track ini dipersiapkan dengan tujuan membantu siswa BPK Penabur yang masuk ke UK Maranatha untuk menyelesaikan pendidikan perkuliahannya lebih cepat. Informasi mengenai program kolaborasi ini disampaikan pada kegiatan sosialiasi online antara UK Maranatha dengan BPK Penabur Tasikmalaya pada Selasa, 23 Juni 2020 melalui aplikasi Zoom.

Pada pertemuan tersebut, Sekretaris Umum Universitas, Robby Yussac T., S.T., M.T., Dipl.IWRM., Ph.D. menjelaskan, program ini terlaksana atas pemahaman bahwa Yayasan BPK Penabur dan Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha (YPTKM) adalah satu yayasan yang bekerja sama dalam dunia pendidikan yang berlandaskan kekristenan. “Tujuannya adalah mencari bibit calon mahasiswa yang berkualitas baik dari BPK Penabur yang akan dijadikan champions,” ungkapnya.

Robby menyebutkan, terdapat beberapa hak istimewa yang bisa didapatkan melalui program kolaborasi ini. Pertama, siswa BPK yang mendaftar akan bebas dari tes masuk, kecuali yang memilih Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), dan Fakultas Psikologi (FPsi) karena harus mengikuti tes khusus. Selanjutnya, calon mahasiswa tidak perlu membayar uang pendaftaran dan mendapatkan beasiswa 50% Biaya Pembangunan (non-FK dan FKG). Terakhir adalah konversi beberapa mata pelajaran ke mata kuliah sehingga mahasiswa bisa lulus lebih cepat dan juga mendapatkan voucher potongan biaya kuliah semester depan sebesar Rp100.000,00 per mata kuliah.

Syarat yang diperlukan hanya melampirkan rapor kelas 12 dengan nilai di atas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). “Mata pelajaran yang bisa dikonversi untuk sekarang adalah pelajaran umum, seperti PPKN, Pendidikan Agama Kristen, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan sebagainya. Jadi mengikuti sesuai kebutuhan program studi,” jelas Robby.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Riset, Dr. Se Tin, S.E., M.Si., Ak. menyebutkan, program ini dilakukan sebelum memasuki semester satu pada tahun ajaran. Para siswa BPK Penabur yang tertarik untuk mengikuti program ini akan mengikuti proses konversi yang ujiannya telah disesuaikan dengan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). Selanjutnya, Se Tin menjelaskan, nilai dari ujian ini akan dirata-ratakan dengan nilai yang didapatkan dari kelas 12 untuk mendapatkan nilai mata kuliahnya. “Kita ingin tetap menjaga kualitas karena program Fast Track ini ditujukan bagi siswa BPK Penabur yang kita tahu dan akui kompetensinya,” tuturnya.

Sosialiasi online ini juga dihadiri Rektor UK Maranatha, Prof. Ir. Sri Widiyantoro, M.Sc., Ph.D., IPU., beserta jajaran wakil rektor lain yang semuanya akan dilantik pada 1 Juli 2020 nanti, yaitu Wakil Rektor Bidang Keuangan, Teknologi Informasi, dan Pengembangan Strategis, Maya Malinda, S.E., M.T., Ph.D.; Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Inovasi, dan Kemitraan, Dr. Krismanto Kusbiantoro, S.T., M.T.; dan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya, Dra. Olga C. Pattipawaej, M.Sc., Ph.D. Selain dari pihak Maranatha, hadir pula Ketua BPK Penabur Tasikmalaya, Ferri Candra dan Kepala Sekolah SMAK BPK Penabur Tasikmalaya, Sri Yuliani, beserta perwakilan dari orang tua siswa dan siswa SMA.

Prof. Sri dalam sambutannya berharap melalui program-program baru ini akan semakin menambah jumlah siswa BPK Penabur berprestasi untuk memilih Maranatha. “Masukan dari bapak dan ibu juga akan kami terima untuk membuat Maranatha menjadi lebih baik lagi,” ujarnya. Selanjutnya, Ferri mengatakan bahwa ia sangat antusias dengan program dari Maranatha ini. Menurutnya, program ini dapat mengefisienkan waktu yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk studi lanjut lain. Ia berharap kedepannya Maranatha dan BPK Penabur dapat terus menjalin komunikasi yang lebih intens dan saling mengembangkan di berbagai bidang. (sg/gn)

Upload pada 26 June 2020