Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (abdimas) di Desa Temiyang, Indramayu yang dilakukan oleh Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Kewirausahaan dan Pemasaran, Program Sarjana Manajemen Universitas Kristen Maranatha kembali diadakan. Dalam kunjungannya yang ketiga kali ini, tim KBK bekerja sama dengan GKP Tamiyang Rehoboth untuk memberikan penyuluhan mengenai peningkatan ekonomi masyarakat Desa Temiyang melalui pengoptimalan potensi kewirausahaan dan pemasaran produk khas Temiyang, yaitu mangga.

Baca jugaPengabdian Masyarakat dan Penelitian Kelompok Bidang Keahlian Kewirausahaan ke Desa Temiyang

Desa Temiyang merupakan desa penghasil mangga terbaik di Indonesia. Pada masa panen, buah mangga yang dihasilkan sangat berlimpah, bahkan bisa terbuang sia-sia. Mengetahui hal tersebut, tim KBK yang terdiri dari dosen dan mahasiswa kembali mengunjungi desa ini pada tanggal 29-30 November 2019 untuk menawarkan program budi daya mangga yang sudah menjadi ciri khas daerah ini.

Mangga olahan yang dibuat dalam program ini adalah manisan mangga yang diberi nama merek “Manisan Si Mayang” yang merupakan kependekan dari manisan mangga Temiyang. Produk manisan ini merupakan hasil diskusi para dosen konsentrasi kewirausahaan dan pemasaran yang terdiri dari Chandra Kuswoyo, S.E., M.T.; Rully Arlan Tjahjadi.,S.E., M.Si.; Allen Kristiawan, S.E.; Maya Malinda, Ph.D.; Dra. Asni Harianti., M.Si.; Yolla Margaretha., S.E., M.M.; Nur., S.E., M.T.; dan Henky Lisan Suwarno, S.E., M.Si.

Resep manisan dibuat oleh salah satu dosen anggota tim KBK, Dra. Asni Harianti., M.Si. Selain mengajarkan masyarakat Desa Temiyang cara mengolah mangga, tim KBK juga melibatkan mahasiswa dalam pembuatan video tutorial dan promosi produk. Produk manisan mangga ini sudah memiliki label produk dengan beberapa variasi kemasan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

“Dengan mengolahnya menjadi manisan, kami berharap dapat meningkatkan nilai tambah dari buah mangga yang memang banyak saat masa panen,” tutur Henky Lisan Suwarno, S.E., M.Si. selaku Ketua Kegiatan. “Semoga pengabdian kami dapat menjadi berkat dan produk mangga Si Mayang juga dapat dikenal lebih luas,” tutupnya. (gn)

Upload pada 17 December 2019