Acara tahunan Program Sarjana Teknik Sipil, Maranatha Civil Bright Competition (MCBC) yang diselenggarakan pada 18-19 Oktober 2019 melakukan hal yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini mahasiswa Program Teknik Sipil yang sedang mengontrak mata kuliah Kewirausahaan sepakat untuk melakukan kegiatan bazar creativepreneur bertajuk Maranatha Civil Entrepreneur Project (MCEP) Season 1.0 untuk memeriahkan acara tahunan MCBC yang memasuki tahun kelimanya.

Kegiatan bazar ini juga dilakukan untuk menunjukan bahwa mahasiswa teknik sipil tidak hanya bergelut dengan bidang keinsinyuran sipil, proyek pembangunan gedung pencakar langit, jalan, bendungan, atau yang lainnya. Dengan melakukan kegiatan ini, para mahasiswa Program Teknik Sipil mendapat kesempatan untuk menghimpun ide-ide kreatif mereka. Di bawah bimbingan dosen yang kompeten, seperti Cindrawaty Lesmana, Ph.D. dan Roi Milyardi, S.T., M.T., mereka dilatih untuk menjadi seorang entrepreneur yang mampu menjawab tantangan serta mematahkan stigma bahwa mahasiswa teknik sipil hanya berkecimpung dalam suatu bidang pekerjaan tertentu saja.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Exhibition Hall, Gedung B ini para mahasiswa menjual hasil produk dan menawarkan jasa pada pengunjung bazar. Tidak hanya itu saja, 14 booth yang dibuka oleh kelompok mahasiswa juga dinilai dan diperlombakan untuk mendapatkan grup terbaik. Melalui sistem voting yang dilakukan pengunjung, grup terbaik diumumkan pada penutupan acara MCEP. Grup no. 14 dengan ide “BATAGOR: Batu Bata Ringan Organik” berhasil keluar sebagai grup dengan ide bisnis bidang teknik sipil terbaik dengan perolehan suara sebesar 79 poin.

MCEP S1.0 pun dianggap sebagai inovasi baru yang menyegarkan dan membuat peserta didik lebih bersemangat dalam mengikuti mata kuliah Kewirausahaan di Bidang Teknik Sipil. Seperti yang diungkapkan salah satu peserta, Muhammad Maruf, “Acara ini memacu kita untuk mengembangkan kemampuan kami. Mata kuliah kewirausahaan ini juga tidak hanya menjadi teori saja, tetapi juga ada praktiknya. Jadi, mahasiswa tidak merasa bosan di kelas dan merasa tertantang untuk membuat suatu inovasi.”

Persiapan ide bisnis ini akan terus dikembangkan dan dijalankan hingga perserta didik mengikuti ujian akhir mata kuliah kewirausahaan. Ilham Firmansyah S., selaku Ketua Pelaksana acara juga mengungkapkan bahwa acara ini sudah dipersiapkan dari awal mahasiswa mengambil mata kuliah tersebut. Para dosen pengajar pun sudah meminta mahasiswa untuk membuat kelompok bisnis mereka dan memasarkan ide bisnis dalam bentuk produk maupun jasa. “Saya berharap ide bisnis yang teman-teman buat ini tidak berhenti di sini, tidak berhenti sampai UAS saja, tetapi juga berlanjut sampai bisa menghasilkan keuntungan untuk teman-teman ke depannya,” tambahnya. (gn)

Upload pada 26 November 2019