Dua orang mahasiswa Program Studi S-1 Teknik Industri, Universitas Kristen Maranatha, Sri Ratu Caroline Ginting dan Noperius Halawa menjadi bagian dari perwakilan Indonesia dalam program King Mongkut’s University of Technology North Bangkok (KMUTNB) Leadership Camp 2019, Bangkok. Berlangsung pada tanggal 5-11 Juni 2019, kegiatan yang diikuti sebanyak 56 partisipan ini merupakan sebuah program tahunan yang diadakan untuk mengembangkan keterampilan para peserta mengenai leadership dan public speaking, serta mendorong mereka belajar mengenai lintas budaya di berbagai negara. Kegiatan berlangsung di KMUTNB dan Regent Chaam Beach Hotel.

Seluruh peserta terdiri dari 29 mahasiswa Thailand dan 27 mahasiswa asing yang berasal dari sembilan negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Myanmar, Vietnam, Kamboja, Jepang, Korea Selatan, Austria, dan Prancis. Mereka mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh International Cooperation Centre (ICC) seperti kuliah umum, ice-breaking, dan berbagai aktivitas kelompok yang berkaitan dengan kepemimpinan dan public speaking, serta mengikuti tur kota Bangkok menggunakan transportasi umum.

Pada akhir pelaksanaan, seluruh peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mempresentasikan permasalahan yang terkait dengan Bangkok melalui pengamatan langsung pada saat tur kota sebelumnya. Sri Ratu Caroline menjelaskan bahwa kelompoknya membahas masalah mengenai sampah yang dibuang di sungai, di mana kapal-kapal penumpang memanfaatkan aliran sungai itu untuk menghubungkan wilayah utara dan selatan Bangkok.  “Kita bisa melihat sampah-sampah plastik yang terlihat di permukaan sungai. Selain itu, kita mengetahui bahwa ternyata masyarakat masih beranggapan bahwa sampah makanan yang dibuang di sungai akan ter-recycle sendiri secara alami. Padahal pada kenyataannya kalau dibiarkan begitu saja tentu akan menjadi bau dan dipastikan akan berpengaruh kepada kesehatan,” ungkap gadis yang kerap dipanggil Ririn ini.

Banyak hal yang Ririn dapatkan selama mengikuti Leadership Camp 2019. Volunteer dari International Office (IO) UK Maranatha ini mengaku bahwa melalui acara ini, ia bisa mendapatkan feedback yang dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan di IO, khususnya untuk menyambut mahasiswa asing yang datang ke kampus kita. Selain mendapatkan berbagai ilmu mengenai kepemimpinan dan komunikasi yang baik, Ririn juga bisa bertemu banyak orang-orang baru. “Walaupun saya introvert, saya sangat senang bisa berkenalan dengan orang-orang baru, belajar tentang budaya mereka dan teamwork. Puji Tuhan pada saat di sana, kita mendapat respons yang baik dalam hal teamwork, ini berarti saya sudah better dari sebelumnya,” tuturnya sambil tersenyum. (sg)

Upload pada 27 June 2019