Di tengah ramainya pemakaian media sosial saat ini, orang-orang dimudahkan dalam mendapatkan berita atau informasi. Namun informasi yang beredar tersebut belum tentu benar adanya. Masyarakat dituntut untuk dapat memilah dan memeriksa kembali isi dari informasi tersebut agar tidak termakan berita bohong atau hoaks.

Ide tersebut rupanya menarik perhatian Deden Hendan Durahman S.Sn., M.Sch., seorang seniman dan juga dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha yang menggelar pemeran fotografi tunggal bertajuk “Look // After” pada 16 – 28 Juni 2019 di Orbital Dago. Saat ditemui di tempat pameran, Deden mengungkapkan bahwa dalam enam karya fotografinya ia bermaksud untuk menciptakan ruang dialog bagi orang-orang yang melihat karyanya mengenai isu-isu sosial-politik yang sedang hangat dan terjadi di Indonesia, salah satunya pemilu yang baru saja berlangsung.

Karya yang menghabiskan waktu pembuatan sekitar 1,5 bulan ini menurut Deden juga dibuat untuk memancing orang-orang untuk dapat melihat lebih dalam dan memahami hal-hal yang dilihatnya sebelum mempercayai hal tersebut.

“Orang-orang sudah tidak bisa membedakan berita yang benar dan juga yang bohong. Pemberitaan itu kalau kita menggunakan logika dengan baik, kita dapat menyaringnya. Cuma ada beberapa faktor yang membutakan kita untuk melihat apakah ini benar atau tidak. Fenomena ini kita sebut dengan post-truth dalam jargon visual, seni terutama. Saya mencoba merespons itu, memikirkan dan meng-create suatu proyek yang sama seperti orang-orang melihat hoaks. Artinya kalau kita tidak memberikan effort untuk menelaah atau membaca suatu berita, maka kita akan masuk ke dalam hoaks tersebut,” jelas Deden.

Sejalan dengan tema yang dipilihnya “Look // After” yang masing masing katanya dapat berdiri sendiri dan juga digabungkan untuk memberi arti yang berbeda, Deden juga mengajak orang-orang untuk dapat melihat atau mencari apa yang ada di dalam atau pun yang terjadi di balik suatu hal dan juga dapat menjaga dan memelihara hal-hal yang baik. Sebagai contoh, Deden menerangkan bahwa saat ini banyak orang yang hanya melihat berita dari judulnya atau hanya melihat foto saja tanpa melihat konten di dalamnya dan kemudian memberikan komentar-komentar negatif. Ada pula orang-orang yang berpikir pendek, tetapi juga bersikeras mempertahankan bahwa pendapatnya benar.

Pameran yang juga mengadakan Artist Talk yang diselenggarakan pada 21 Juni 2019 ini menghadirkan Henrycus Napitsunargo, M.Sn. yang merupakan seniman dan juga dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain UK Maranatha sebagai pembicara. Henrycus mengungkapkan melalui artist talk ini mereka juga ingin melihat sejauh mana publik terjebak dalam karya yang dibuat Deden dan harapannya agar orang-orang dapat mengolah rasa melalui media fotografi ini.

“Yang harus jadi modal seniman dalam menciptakan karya itu adalah dia melakukan itu dengan sadar dan juga sadar akan ada efek apa setelah itu. Kesadaran ini yang kita harapkan untuk dapat sampai pada publik bahwa kesadaran seniman ini dapat juga disadari oleh publik supaya mereka juga dapat diajak berpikir kritis,” tutupnya. (gn)

Upload pada 24 June 2019