Angka kejadian Tubekulosis atau TBC di Indonesia cukup tinggi, dilihat dari jumlah kasus kunjungan penderita TBC ke puskesmas maupun di rumah sakit, dan dokter muda beresiko tinggi tertular penyakit ini. Hal tersebut disampaikan Prof. Philip Hill dalam kegiatan Kuliah Tamu Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha pada Selasa, 1 Oktober 2019. Kuliah tamu yang diadakan bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Dokter UK Maranatha ini disampaikan oleh Prof. Hill dari University of Otago, New Zealand, bersama rekannya, Prof. Warwick Britton dari University of Sidney, Australia. Mereka merupakan bagian dari Kelompok Internasional Peneliti TBC atau Tuberculosis Research Group.

Prof. Hill menyampaikan bahwa dokter muda, yang dalam proses pendidikannya ikut bekerja melayani pasien, perlu melindungi diri agar terhindar dari penularan TBC. Seperti yang diketahui, proses penularan TBC terjadi melalui “droplet infection”, yaitu penyebaran kuman dari batuknya penderita TBC dan kemudian terhidup masuk ke dalam paru-paru orang yang kebetulan berada di dekatnya. Menurut Prof. Hill, berbagai negara telah dilakukan penelitian yang membuktikan bahwa mahasiswa kedokteran memiliki risiko tinggi tertular, karena selalu melakukan kontak dengan berbagai pasien, baik di rumah sakit maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Oleh karena itu, Prof. Hill menyarankan penggunaan masker selama bekerja di seluruh area rumah sakit sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit.

Di dalam kuliahnya, Prof. Hill juga menceritakan bahwa ayah beliau pernah bekerja sebagai dokter bedah di Rumah Sakit Immanuel (RSI), Bandung dan dahulu ia terkadang mengunjungi RSI ketika sang ayah masih berdinas. Saat beliau mengetahui bahwa pertemuan Tuberculosis Research Group  tahun ini akan berlangsung di Bandung, Prof. Hill berinisiatif meluangkan waktunya untuk berkunjung dan memberikan kuliah tamu kepada para dokter muda yang sedang menjalani pendidikan profesi di RSI. Namun pada tanggal yang direncanakan, RSI ternyata mengadakan acara lain untuk civitas hospitalia-nya. Oleh sebab itu, FK UK Maranatha kemudian memfasilitasi Prof. Hill dan rekannya untuk bertemu dengan dokter muda Maranatha dan memberi kuliah di Ruang Teater, Gedung Administrasi Pusat lantai 8 ini.

Kuliah kedua yang disampaikan oleh Prof. Britton memaparkan riset mengenai vaksin terbaru terhadap TBC yang saat ini masih dalam tahap uji coba terhadap model tikus dewasa. Menurut beliau, riset ini sangat penting dan menjanjikan, dan kelak diharapkan dapat menghasilkan vaksin yang efektif untuk pencegahan TBC.

Kuliah tamu ini diikuti sekitar 140 dokter muda dan juga dihadiri oleh pejabat struktural Fakultas Kedokteran UK Maranatha, beberapa dosen yang terkait dengan TBC, yaitu bagian Mikrobiologi dan Ilmu Penyakit Dalam. “Semoga berawal dari kuliah tamu ini, FK UK Maranatha dapat menjalin kerja sama untuk melakukan penelitian di bidang pencegahan dan pengobatan TBC,” tutur Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran, dr. Dedeh Supantini, Sp.S., M.Pd.Ked. (sg)

Upload pada 9 October 2019