Bank Sampah Bersinar (BSB), salah satu divisi dari Yayasan Solusi Bersinar Indonesia (YSBI) menandatangani nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama dengan Universitas Kristen Maranatha pada Rabu, 15 Mei 2019 di Ruang Integrity, Gedung Administrasi Pusat lantai 6. Penandatanganan ini dihadiri oleh General Manager YSBI, Febriyanti; Ketua BSB-YSBI, Johnny D. Sumual; Rektor UK Maranatha, Prof. Ir. Armein Z. R. Langi, M.Sc., Ph.D. beserta jajarannya; Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain, Irena Vanessa G., S.T., M.Com.; Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Dr. Teresa Liliana Wargasetia, S.Si., M.Kes., PA(K). beserta jajarannya; dan Direktur Kerja Sama, Francis Anderson, S.Kom. beserta jajarannya.

Dalam sambutannya Armein mengungkapkan bahwa UK Maranatha selalu berusaha memayungi berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang terkait sosial budaya dan lingkungan. Melalui kerja sama ini ia berharap nantinya akan ada banyak inspirasi baru yang dapat dikembangkan khususnya dalam pengelolaan sampah di lingkungan internal dan eksternal kampus.

Febriyanti menyoroti problema sampah di wilayah Jawa Barat, Kota Bandung, dan sekitarnya yang telah ada sejak lama dan dibiarkan begitu saja. Hal inilah yang kemudian menjadi fokus dari YSBI untuk membangun kesadaran dan kepedulian di tengah masyarakat. “Kesulitan untuk tidak membuang sampah sembarangan atau untuk memilah sampah ternyata muncul karena ketidakpedulian. Kepedulian itulah yang ingin kita bangun dari berbagai aspek masyarakat, termasuk di lingkungan kampus,” ujar Febriyanti. Ia juga mengungkapkan harapannya akan muncul perubahan mental masyarakat yang melihat bahwa sampah itu memiliki nilai ekonomis. “Semakin sampah itu dapat dipilah, maka nilai sampah tersebut akan semakin tinggi,” jelasnya.

Kerja sama antara BSB dan UK Maranatha ini akan memberikan manfaat yang baik dalam hal pengenalan pengelolaan sampah, juga dalam hal pengembangan program pengabdian kepada masyarakat. “Kami berharap melalui kerja sama ini semakin banyak yang memahami tentang pengelolaan sampah yang benar. Kita juga dapat menyebarkan manfaat dengan wilayah yang lebih luas lagi, dan melalui lembaga pendidikan ini setiap orang yang berada di lingkungan kampus akan tumbuh kesadaran dan kepeduliannya kepada lingkungan”, ungkap Johnny.

Dalam kesempatan ini pengurus YSBI menyatakan bahwa BSB-YSBI sanggup turut serta mendukung untuk mewujudkan gagasan tata kelola sampah di internal kampus Universitas Kristen Maranatha sebagai awal menuju “green campus”, yaitu dengan sistem manajemen zero waste. Caranya yaitu melalui pemilahan sampah organik dan nonorganik. Sampah organik setelah pemilahan dikumpulkan menjadi bahan limbah yang diproses oleh biodigester menjadi energi penerangan, atau menjadi energi gas tambahan untuk kantin atau dapur di ruang masak gedung-gedung yang ada di kampus Maranatha. Sedangkan nonorganik seperti plastik atau kertas dapat dikumpulkan dan ditimbang dengan harga lebih layak, sehingga menambah manfaat bagi komunitas di lingkungan Maranatha. (sg)

Upload pada 15 May 2019