Alumnus mahasiswa Program Studi S-1 Desain Interior angkatan 2014 Universitas Kristen Maranatha, Widya Amalia, S.Sn. meraih prestasi sebagai juara pertama dalam sayembara “Universal Design for Living Design Competition”  yang diselenggarakan oleh Akzonobel, perusahaan cat dan pelapis global serta produsen merek Dulux.

Sayembara yang diadakan bersamaan dengan Dulux Designer Awards ini telah diselenggarakan sejak tahun 2016. Sayembara yang memperhatikan konsep dan skematik ini terbuka bagi kalangan profesional dan mahasiswa di seluruh Indonesia, baik perorangan maupun kelompok.  Pada sayembara ini peserta diharuskan mendesain ruang hunian sesuai pengembangan kreatifitas masing-masing, dengan menciptakan ruang hunian yang mampu melayani semua pemakainya dengan tetap nyaman dan bersahaja. Inilah yang dimaksud dengan Universal Design for Living. Para peserta diharuskan mendesain ruang hunian dengan luas 36m2 hingga 45m2 dengan mengikuti berbagai kriteria, seperti: mempertimbangkan aspek bangunan hijau (green building), penggunaan warna-warna Dulux Colour Futures Trend dengan menampilkan skema warna pada konsep rancangan, dan sebagainya.

Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk menggala potensi para arsitek dan desainer interior Indonesia untuk dapat mewujudkan semangat dan menciptakan tren lokal di masyarakat, khususnya di Indonesia. Sebanyak 200 peserta mulai mengikuti masa kompetisi mulai dari 1 Oktober 2018 hingga 31 Januari 2019, di mana setelah itu dilangsungkan dua tahap penjurian, yaitu penjurian secara tertutup dan terbuka.

Widya sebagai peserta perorangan dalam kategori profesional ini mendesain Lamin House yang terinspirasi dari rumah adat Lamin di Kaliman Timur, dengan mengangkat desain yang mutually beneficial di tata ruangannya, yaitu menggunakan satu desain tetapi dapat digunakan oleh siapa saja (fleksibel). Widya sangat bersyukur karena dapat memiliki kesempatan mengikuti sayembara ini dan mendapat pengalaman yang menjadikan dirinya lebih open-minded mengenai universal design dan memiliki cara pandang bagaimana seorang desainer dapat memberikan solusi spasial dalam rancangannya sehingga dapat memberikan manfaat kepada orang-orang yang memakainya. Widya berkata bahwa walaupun banyak dari peserta yang berasal dari atelir dan biro arsitek terkenal juga ikut berpartisipasi, tetapi Widya tetap optimis dengan konsep yang sudah dipikirkannya itu.

Sementara itu, pengumuman pemenang digelar pada 11 Maret 2019 bertempat di restoran Meradelima, Jakarta Selatan. Dalam acara Awarding Night tersebut, Widya Amalia dinobatkan sebagai pemenang pertama dalam kategori Professional Best Design dan mendapatkan uang sebesar 40 juta rupiah, sertifikat, dan juga trophy. “Kunci untuk semuanya itu jangan pernah takut mencoba hal-hal yang baru dan selalu optimis. Never stop learning!” pesan Widya. (ns)

Upload pada 15 March 2019