Dalam rangka merayakan ulang tahun Keimyung University yang ke-120, Universitas Kristen Maranatha diundang menghadiri perayaan tersebut pada tanggal 19 Mei hingga 23 Mei 2019 di Korea Selatan. Prof. Ir. Armien Z. R. Langi, M.Sc., Ph.D. selaku Rektor Universitas Kristen Maranatha; Irena Vanessa Gunawan, S.T., M.Com. selaku Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain; Isabella Isthipraya Andreas, M.Ds. selaku Ketua Program Studi D-III Seni Rupa dan Desain beserta jajarannya; dan empat mahasiswa Program Studi D-III Seni Rupa dan Desain turut menghadiri perayaan ulang tahun Keimyung University.

Dikarenakan rangkaian perayaan acara ulang tahun universitas yang sangat beragam, pihak dari UK Maranatha terbagi menjadi tiga rombongan. Rektor beserta Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain turut mengikuti rangkaian kegiatan ulang tahun universitas, melihat beragam pameran dan pertunjukan, serta menyaksikan acara fashion show. Ketua Progam Studi D-III Seni Rupa dan Desain beserta Sekretaris Program Studi turut mengikuti rangkaian kegiatan persiapan dan pelaksanaan acara fashion show, serta diskusi terkait pendidikan bersama para utusan dari negara-negara lain. Sedangkan, empat mahasiswa UK Maranatha turut mengikuti beberapa kegiatan ulang tahun universitas, seperti menyaksikan acara fashion show, campus visit, dan city tour.

Salah satu rangkaian acara bertajuk International Fashion Show diikuti lima negara yang bermitra dengan Keimyung University, yaitu Universitas Kristen Maranatha dari Indonesia, London College of Fashion dari Inggris, Kent State University dari Amerika Serikat, Bunka Gakuen University dari Jepang, dan National Institute of Fine Arts and Design Named After Kamoliddin Behzod dari Uzbekistan.

Untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia luar, Universitas Kristen Maranatha secara khusus mengangkat tema “Indonesian Touch” dalam pergelaran fashion show ini. Sebanyak sepuluh hasil karya fashion mahasiswa dan alumni Program Studi D-III Seni Rupa dan Desain berhasil ditampilkan. Terinspirasi dari kekayaan dan keunikan budaya Indonesia, setiap hasil karya memiliki nama yang berbeda-beda. Beberapa di antaranya adalah “Phinisi to Ugi” yang terinspirasi dari kapal tradisional legendaris Phinisi asli Tana Beru, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan; “Sarita Banua” terinspirasi dari kain Sarita dan budaya tradisional Toraja; “Pa’Kangkung” terinspirasi dari lurik dengan pembuatan lurik yang memiliki nilai ketabahan yang menjadi keindahan dalam kain lurik; dan masih banyak inpirasi-inspirasi lainnya. (ns)

 

Upload pada 28 May 2019