Karya tulis berjudul “Cleaning Citarum River for the Future of West Java” yang ditulis oleh Gai Subagya Suhardja, Ph.D., Kepala Bidang Pusat Budaya – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UK Maranatha berhasil meraih predikat best paper dalam simposium internasional “Waterside City – Environmental History Research Toward Future”. Simposium ini diselenggarakan oleh College of History and Culture Hebei Normal University (HNU), 23–26 Agustus 2019 di kota Zhengding, Tiongkok. UK Maranatha adalah salah satu partisipan dari Indonesia, bersama dengan total 70 partisipan dari berbagai negara.

Gai dalam karya tulisnya “Cleaning Citarum River for the Future of West Java” memaparkan hasil penelitian mengenai Sungai Citarum di Jawa Barat, mulai dari gambaran kondisi Citarum yang telah puluhan tahun terpolusi limbah, hingga adanya program “Citarum Harum” yang digiatkan oleh pemerintah. Gai selaku aktivis Citarum Harum juga memaparkan gagasan mengenai daerah aliran Sungai Citarum seluas 20.000 hektar di kawasan Kota Baru Parahyangan hingga Walini sebagai kota terpadu dengan konsep smart city.

“Simposium ini mengundang penulis-penulis dari banyak negara yang berbeda latar belakang keilmuan. Ada riset mengenai sungai di negara mereka masing-masing, tentang pembersihan sampah, pengolahan air minum, air irigasi perkebunan agroindustri, wisata air, transportasi, pembangunan energi listrik, dan lain-lain,” ungkap Gai. “Penilaian paper dilakukan oleh tim observasi reviewer yang terdiri dari enam orang guru besar berbeda latar belakang. Professor Max Aguero Fernandez dari Universitas Ricardo Palma, Peru menyatakan ada lima paper terpilih, dari 70 paper yang dicetak dalam proceeding,” jelasnya.

Liu Xiangyang, Associate Professor Hebei Normal University selaku ketua panitia simposium dalam ringkasannya menyebutkan bahwa simposium ini juga membahas pencapaian terbaru dari penelitian sejarah lingkungan berdasarkan penelitian akademis, menyajikan tren terbaru studi kasus empiris dan aplikasi spesifik metode interdisipliner serta menunjukkan kesalahpahaman akademik yang perlu diatasi dan dihindari dalam proses penelitian.

Membandingkan pengelolaan air dan kota di beberapa negara, Gai menyatakan bahwa Indonesia memiliki harapan, dengan syarat mentalitas individu masyarakatnya perlu berubah untuk kepekaan pelestarian ekologi lingkungan hidup. “Potensi alam kita luar biasa, demikian pula potensi keragaman budaya yang bisa menjadi unggulan. Bila dikelola secara terintegrasi dan terpadu niscaya Indonesia khususnya Jawa Barat yang dikenal sejuk dan tanahnya subur akan menjadi daya tarik wisata dunia yang sangat hebat,” pesan Gai. (ns/ins)

Upload pada 11 September 2019