Program Diploma Seni Rupa dan Desain konsentrasi Fashion Desain, Universitas Kristen Maranatha turut serta dalam pergelaran Embracing Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) yang diadakan pada 18 November 2021 di Aquatic Stadium, Gelora Bung Karno, Jakarta. Ajang ini merupakan acara pertama yang diadakan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia yang diinisiasi oleh Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi.

UK Maranatha menjadi satu dari 15 perguruan tinggi yang mengisi parade kolaborasi dengan puluhan industri tekstil yang bernaung dalam Asosiasi Pertekstilan Indonesia. Proyek kolaborasi ini menghabiskan waktu kurang dari satu bulan, dan menampilkan hasil koleksi yang membangun semangat kebersamaan dari seluruh akademisi fashion di Indonesia.

Ketua Program Diploma Seni Rupa dan Desain, Yosepin Sri Ningsih, M.Ds. bergabung dalam tim panitia inti acara ini sebagai tim kurator akademisi dan lead concept. Sementara itu, tiga mahasiswa juga terlibat sebagai tim desainer, yakni Omar Mohammad, Kirana Putri Kartawidjaja, dan Janessa Angelica. Pengarahan pola busana juga turut dibantu oleh salah satu dosen, Wenny Anggraini Natalia, A.Md., S.Sn., M.Ds.

Tema besar yang diusung tim akademisi dalam Embracing JMFW adalah “Collaboration to Create Sustainability in Fashion Industry”. Tema ini dipilih untuk mempromosikan ragam tekstil dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia dan mempublikasikan karya akademisi fashion dalam negeri melalui kegiatan peragaan busana yang berkelanjutan.

Yosepin menjelaskan, “Kolaborasi dilakukan sebagai upaya menciptakan ekosistem berkelanjutan dalam bidang tekstil dan fashion dalam negeri.”Menurutnya, berkelanjutan ini juga dapat ditunjukkan melalui metode perancangan busana, penggunaan material, pengolahan tekstil atau reka bahan, dan hal-hal terkait proses produksi.

Mengacu pada tema besar yang diangkat, Program Diploma Seni Rupa dan Desain Maranatha yang bekerja sama dengan PT Badjatex serta aksesoris dari PUTRISAVU dan Tegep Boots menampilkan koleksi berjudul “Denim Revolution”. Yosepin menyebutkan bahwa tujuan dari pembuatan koleksi ini adalah untuk menampilkan “the new sustainable way” dalam proses produksi hingga menampilkannya ke market.

Seluruh kain denim yang digunakan dalam koleksi ini merupakan kain yang berbeda dengan kain denim pada umumnya. Denim dari PT Badjatex termasuk dalam denim yang ramah lingkungan karena proses produksinya lebih hemat air sebanyak 80% dari denim yang umumnya beredar di pasaran. Tekstil denim tersebut kemudian dipadukan dengan kain tenun pewarna alam yang berasal dari Sumba, Palue, dan Timor sehingga menghasilkan koleksi denim yang lebih eksklusif yang ditunjukan bagi target market dengan key looks Leader –  Connected – Educated. (gn)

 

Foto: dok. Program Diploma Seni Rupa dan Desain

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 7 December 2021