Pendidikan mengenai dunia robotik dewasa ini telah merebut perhatian masyarakat dunia, termasuk di Indonesia. Dapat dilihat dari semakin banyaknya institusi pendidikan yang telah mengajarkan robotik ini, baik secara formal maupun nonformal. Namun tanpa kompetisi, para siswa hanya akan membuat, dan akan hilang karena tidak ada yang menjadi pemacu semangat mereka.

Untuk memfasilitasi antusiasme tersebut, Universitas Kristen Maranatha melalui Program Studi S-1 Teknik Elektro menyelenggarakan festival kompetisi robot bernama Indonesia Robot Festival (IRoF) 2019. Kompetisi yang berlangsung di Ruang Exhibition, Gedung B UK Maranatha ini diikuti 90 tim yang berasal dari berbagai sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA di Malaysia dan Indonesia. Ada lima kategori yang dipertandingkan dalam kompetisi yang berlangsung pada tanggal 11-12 Oktober 2019 ini, yaitu Soccer Robot, Mighty Sumo Robot, Robotics Innovation, Decathlon Robot, dan VEX Robotics Competition.

Festival robot ini cukup berbeda dibandingkan dengan kompetisi lainnya. Pertama dilihat dari tema yang dibawa, yaitu “Going Green with Robotics”. Tema ini dipilih, menurut Ketua Panitia IRoF 2019, Muliady, S.T., M.T., karena melihat dari isu-isu lingkungan yang cukup krusial, khususnya produksi sampah yang terus meningkat saat ini.

“Kita mau anak-anak muda ini lebih menyadari bahwa lingkungan ini adalah milik kita bersama, melalui membuat robot yang sesuai dengan visi lingkungan,” ucapnya. Tema ini juga diusung di dalam salah satu kategori kompetisi, yaitu Robotics Innovation.

“Ide mereka macam-macam, seperti robot yang otomatis bisa menyiram tanaman,  robot yang bisa memilah sampah, dan lainnya,” tambah Muliady.

Selain dari tema, kompetisi ini juga lebih menekankan sisi pendidikan, mulai dari proses perakitan robot hingga siap untuk dipertandingkan. “Jadi peserta tidak serta merta membawa robotnya selesai dari rumah. Dengan sisi pendidikan ini, kita melihat bagaimana proses anak-anak ini merakit robotnya sebelum dimainkan. Jadi kita ingin adanya gabungan antara edukasi dan permainan,” jelasnya.

Kompetisi dibuka oleh Rektor Universitas Kristen Maranatha, Prof. Ir. Armein Z. R. Langi, M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya beliau mengatakan, anak-anak yang terlibat dalam kegiatan ini tidak hanya membangun kecintaan mereka terhadap teknologi, tetapi juga berpartisipasi membangun lingkungan teknologi yang lebih baik bagi kehidupan mereka.

“Ada empat hal yang harus dikuasai untuk menjadi seorang engineer, pertama adalah memahami masalah dan melihatnya sebagai sebuah opportunity (peluang). Kedua adalah miliki kekuatan dengan mempelajari ilmu teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk membuat sebuah engine (mesin). Selanjutnya adalah aspek kecerdasan untuk merancang program-program, terakhir adalah kemampuan membudayakan dan menggalang sumber daya untuk mewujudkannya. Saya percaya anak-anak kita siap untuk menghadapi masa depan mereka, bahkan termasuk yang akan meng-engineering masa depan,” ujar Prof. Armein.

Salah satu tim dalam kompetisi kategori Mighty Sumo Robot dari SMAK 1 BPK Penabur Bandung, Jonathan dan Fransiskus mengatakan bahwa kompetisi seperti ini sangat menarik bagi anak-anak seusia mereka yang memang lebih sering berkutat dengan teknologi. “Melalui kompetisi ini yang telah dua kali kami ikuti, semakin banyak pengalaman yang kami peroleh dan kami siap membawa pulang prestasi terbaik,” ungkap mereka sebelum berkompetisi.

IRoF merupakan kompetisi robot tahunan yang rutin yang dilaksanakan oleh Program Studi S-1 Teknik Elektro Universitas Kristen Maranatha sejak tahun 2014, tetapi sebenarnya telah berlangsung mulai tahun 2010 di tingkat yang lebih kecil. Melalui kompetisi ini, Maranatha ingin mempersiapkan generasi yang unggul dalam menyongsong era industri 4.0. Tidak hanya kemampuan, teamwork dan social skill peserta turut diasah supaya nantinya mereka bisa bersaing dengan negara lain yang telah lebih dahulu mengembangkan teknologi ini. Kompetisi ini adalah bentuk evaluasi dari pendidikan robot di Indonesia dalam menciptakan sumber daya manusia terbaik bagi Indonesia. (sg)

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 11 October 2019