IMPLEMENTASI IDE SISWA DI ERA TEKNOLOGI

Tim siswa SD, SMP, dan SMA dari beberapa sekolah di Medan, Jogja, Jawa Timur dan Jawa Barat berkumpul di Exhibition Hall Gedung B Universitas Kristen Maranatha pada Sabtu dan Minggu, 21-22 Januari 2017 untuk mengikuti kegiatan Indonesia Robo Fest (IROF) 2017. Kegiatan ini diawali dengan sambutan pembukaan acara, kemudian IROF dilanjutkan dengan kompetesi. Para peserta terlebih dahulu menguji coba robot yang telah dirakit di medan area selama kurang lebih 2 jam, setelah itu dilanjutkan dengan perlombaan yang langsung dinilai oleh beberapa dosen dari Program Studi S-1 Teknik Elektro selaku juri. Kegiatan yang diadakan tiap tahun oleh Program Studi S-1 Teknik Elektro ini, menjadi ajang kompetisi bergengsi yang  terus diminati oleh para siswa dari berbagai sekolah di Indonesia. Kompetisi ini dibagi dalam empat kategori yang disesuaikan dengan peserta yang mengikutinya, yaitu: Hero Robot, Maze Runner Robot, VRC – Starstruck, dan Mini Sumo Robot. Pada hari pertama, ada 37 tim peserta yang mengikuti kompetisi Hero Robot dan Maze Runner; sedangkan dihari kedua, VRC-Starstruck dan Mini Sumo Robot diikuti oleh 50 tim peserta sekaligus pengumuman pemenang kompetisi dipenutup acara. Pada hari kedua juga diumumkan juara kompetisi dari masing-masing kompetisi. Juara Umum untuk kategori  Maze Runner Robot diraih oleh tim “Moster” dari SMP Kuntum Cemerlang, kategori Hero Robot diraih oleh tim “FRZ” dari SD Kuntum Cemerlang, kategori Mini Sumo Robot diraih oleh tim “Robo Doea” dari Bandung Robotic School, dan kategori  Vex Robot VRC Starstruck sekaligus kategori Vex Starstruck Collaboration diraih oleh tim “Monster” dari Sekolah Kuntum Cemerlang.

Dengan mengusung tema “Share & Collaboration”, kegiatan ini ditujukan agar para peserta yang umumnya diikuti oleh siswa sekolah  ini mampu membagikan (share) dan mengimplementasikan ide serta dapat saling berbagi wawasan melalui kolaborasi dari masing-masing tim. Siswa sekolah dalam usianya yang masih muda juga mampu bertanding memecahkan masalah secara mandiri, maka selama kegiatan berlangsung diusahakan agar para siswa atau anak hanya berkomunikasi dengan tim dan juri saja. Muliady, S.T., M.T selaku ketua panitia IROF 2017 berharap, “Mereka (para siswa) jangan hanya menjadi konsumen saja, dengan kemajuan teknologi saat ini diharapkan anak-anak sekarang bisa menjadi konsumen yang meng-create dan berinovasi juga. Sehingga mereka mampu menciptakan teknologi sesuai dengan kreasi dan keinginan masing-masing.” (pm)

DSC_6236