Sabang sampai Merauke Wilujeng Rawuh di Maranatha

Selamat pagi, deeekkk! Selamat pagi, kaaakkk! Seruan itu terdengar hampir diseluruh wilayah Universitas Kristen Maranatha pada Senin pagi, 14 Agustus 2017. Seluruh mahasiswa baru (maba) angkatan 2017 Universitas Kristen Maranatha mulai mengikuti Wiratha Festival (Wilujeng Rawuh di Maranatha) 2017. Perjalanan para maba dimulai dari gerbang 1 lapangan Direktorat Kemahasiswaan. Maba dikumpulkan untuk bertemu dengan para mentor yang merupakan kakak seniornya. Setelah itu, para maba disambut oleh parade Badan Eksekutif Mahasiswa, Senat Mahasiswa, serta Himpunan Mahasiswa dari sembilan fakultas untuk memasuki ruang Auditorium Gedung B lantai 2.

Sorak sorai riuh para kakak-kakak mahasiswa menyambut maba disepanjang jalan menuju Auditorium terdengar meriah. Tidak mau kalah juga, para pejabat struktural berjajar di lapangan depan gedung B untuk menyambut dan menyalami mahasiswa baru yang berjumlah sekira 1400 orang. Acara berlanjut dimulai dengan renungan singkat dan sambutan-sambutan. Rektor Universitas Kristen Maranatha, Prof. Ir. Armein Z. R Langi., M.Sc., Ph.D., menyampaikan pesan kepada para mahasiswa baru untuk belajar bahasa lisan dan tulisan sehingga semua orang dapat mengerti perjalanan hidup yang dapat disampaikan dalam berbagai bahasa itu. Beliau juga berharap dengan dimulainya perjalanan para mahasiswa di bidang yang baru ini dapat memancarkan inspirasi.

Harapan untuk dapat melahirkan generasi yang menginspirasi dimulai dengan menjadikan para mahasiswa baru terinspirasi terlebih dahulu. Dalam kegiatan ini dihadirkan para pembicara andal yang siap berbagi ilmu hidup mereka. Diantaranya adalah Ps. Sam Hartanto dari IFGF Bandung, Yasa Singgih CEO dari Men’s Republic, dan Putra Nababan Advisor to CEO Metro TV. Kisah hidup serta pesan yang disampaikan oleh para pembicara sangat menginspirasi. Ketiga pembicara membagikan pengalaman-pengalaman mereka sejak mereka membangun karir dari bawah hingga berada di puncaknya saat ini. Salah satu pertanyaan yang diberikan oleh maba adalah bagaimana cara kita menentukan passion kita? Ketika disaat masa muda pasti kita ingin menjalani semua hal, khususnya saat berbisnis. Tapi bagaimana kita menentukan yang tepat? Ps. Sam Hartanto menjawab bahwa kita harus memulai dari sisi terkuat kita jangan yang paling lemah dan jangan gengsi untuk bertanya pada orang yang sudah sukses. Menurut Yasa Singgih, kita harus memilih yang sumber dayanya paling banyak. Lalu kemampuan kita ada di sana, hobi kita juga ada di sana. Sedangkan menurut Putra Nababan, kita harus menggunakan feeling, hal apa yang benar-benar kita inginkan.

Dipengujung sesi, setiap pembicara berpesan. “Enjoy hari-hari anda. Lewati dengan cepat dan dengan nilai yang bagus. Jangan sampai mendapatkan nilai F. Jangan sampai harus mengulang” pesan Ps. Sam Hartanto. Lalu untuk pesan dari Yasa Singgih adalah “jangan pernah takut untuk bermimpi, push the limit, kerja lah lebih keras dari pada yang lain.” Dan yang terakhir, “kita harus bersyukur tinggal di Indonesia. Keberagaman harus ditangkap sebagai sebuah anugerah. Core value kita adalah gotong royong. Kita harus mengetahui kesusahan orang lain untuk kita tolong” pesan Putra Nababan menutup kegiatan Enlightment Session. (vir)