Sebagai generasi muda yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, beragam kemampuan mahasiswa dengan potensi masing-masing harus terus diasah. Beda manusia, berbeda pula kemampuannya. Ada yang mengasah kemampuan di bidang akademik, ada pula yang memiliki keterampilan nonakademik. Kemajuan dan keterbukaan dunia terhadap prestasi-prestasi yang ditorehkan oleh anak-anak muda zaman sekarang memberi dampak bahwa kemampuan apapun yang dimiliki, selama itu adalah hal yang positif, harus menjadi kebanggaan dan diberikan dukungan dari keluarga dan lingkungan. Seorang manusia wajib mengenyam pendidikan. Bahkan Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, Ki Hajar Dewantara, mengungkapkan pendidikan berarti daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran, dan jasmani anak-anak selaras dengan alam dan masyarakatnya. Sembari menjalankan kewajibannya mengenyam pendidikan, seorang anak tidak perlu mengabaikan keinginannya untuk mengasah kemampuan atau kegiatannya di luar akademik. Lingkungan yang positif akan selalu melihat kemampuan anak (bidang nonakademik) yang diasah baik akan menyeimbangi kemampuan akademiknya di sekolah. Dengan akhlak baik yang didapatkan melalui pendidikan, sang anak akan menghargai kemampuannya.

Sebagai lingkungan yang positif, hal ini dilihat oleh Universitas Kristen Maranatha sebagai kekayaan. Universitas sebagai institusi pendidikan yang lebih terbuka terhadap keberagaman kemampuan manusia, terus memberi dukungan bagi para mahasiswanya. Salah satu contoh nyata dengan diberikannya dispensasi kuliah terhadap mahasiswa yang akan mengikuti  perlombaan. Hal lain bentuk dukungan yang diberikan pada zaman sekarang adalah dukungan melalui media sosial atau media publikasi. Bentuk-bentuk dukungan seperti itu tentu diharapkan dapat meningkatkan mental seorang mahasiswa agar terus berlatih dan memberikan kemampuan terbaiknya karena kepercayaan diri yang terbangun. Keterbukaan perguruan tinggi untuk memberi dukungan kepada mahasiswanya juga nyata memberi timbal balik saat mahasiswa mendapatkan juara.

Prestasi di bidang olahraga yang telah diraih oleh dua orang mahasiswa Universitas Kristen Maranatha, yaitu Henwinner Honggana, mahasiswa angkatan 2016 Fakultas Ekonomi dan Gede Bagus Harry Iryadhi Suputra, mahasiswa angkatan 2014 Fakultas Teknik. Berangkat dari hobi di bidang olahraga, mereka membawa hobi itu menjadi hal yang berprestasi bagi keduanya.  Henwinner yang memiliki hobi bermain bulu tangkis kemudian mengasahnya sampai mengikuti berbagai lomba bulu tangkis. Lomba terakhir yang diikutinya adalah Ganesha Badminton Championship Jawa Barat pada September 2017. Dalam pertandingan tunggal putra, Henwinner meraih Juara 1. Pada akhir September 2017, Gede Bagus Harry Iryadhi Suputra yang akrab dengan panggilan Eriq, juga meraih prestasi melalui hobi berenang. Telah banyak pertandingan renang yang diikuti oleh Eriq, salah satunya adalah lomba renang antarperguruan tinggi se-Indonesia Piala Bergilir Menpora RI IX tahun 2017 yang dilaksanakan oleh Universitas Negeri Jakarta. Kali ini Eriq meraih Juara 3 dan akan terus mengembangkan kemampuannya di bidang ini. Pengaruh dukungan yang diberikan oleh Universitas ini membuat Henwinner dan Eriq berharap dapat membawa nama harum Universitas Kristen Maranatha melalui pertandingan olahraga yang mereka ikuti.

Mengikuti pertandingan seperti itu dapat mengasah kemampuan para mahasiswa dalam membagi waktu mereka. Pengaturan waktu yang dilakukan bukan karena semata-mata karena mereka hanya ingin mengikuti hobi, tetapi adanya kesadaran antara kewajiban dan hak. Mengasah kemampuan di bidang yang digemari juga meningkatkan rasa bertanggung jawab terhadap sesuatu. Henwinner dan Eriq merasa bertanggung jawab terhadap diri sendiri, karena mereka membawa nama institusi dan juga untuk meraih apa yang selama ini mereka cita-citakan tanpa mengabaikan bahwa pendidikan tinggi juga penting bagi masa depan mereka. (pm)

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 19 October 2017