Pendidikan jarak jauh (PJJ) kembali diterapkan oleh sekolah-sekolah sesuai instruksi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Guru pun diharuskan memiliki bekal dan kemampuan mengajar menggunakan berbagai fitur pembelajaran daring yang tersedia. Untuk mendukung proses belajar mengajar tersebut, Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Kristen Maranatha memfasilitasi guru-guru dan suster yang mengajar di SMA Santa Maria 1 Cirebon, SMA Dominikus Wonosari, dan SMK Dominikus Wonosari melalui acara “Online Workshop”. Kegiatan daring ini berlangsung selama enam hari, yaitu pada tanggal 6-8 Oktober 2020,dan dilanjutkan kembali pada tanggal 19-21 Oktober 2020 dengan memanfaatkan platform Zoom dan kanal YouTube sekolah.

Enam materi berbeda disampaikan setiap harinya, yaitu “Using Google Classroom for LMS (Learning Management System), “Interactive Presentation”, “Gamification For Learning”, “Digital Marketing for School”, dan “Making Creative Video for Learning”. Para dosen FTI yang membagikan materi diantaranya : Meliana Christianti J., S.Kom., M.T.; Doro Edi, S.T., M.Kom.; Adelia, S.T., M.Kom.; Ir. Teddy Marcus Zakaria, M.T.; Daniel Jahja Surjawan, S.Kom., M.T.; Djoni Setiawan K., S.T., M.T.; Setia Budi, Ph.D.; dan Yenni Merlin Djajalaksana, S.E., M.B.A., Ph.D.

Kegiatan ini diadakan sebagai upaya bagi para guru menuju adaptasi kenormalan baru di masa pandemi Covid-19. Martinus Kristian Novan Saputra yang bertindak sebagai moderator menyebutkan, kegiatan ini menjadi wadah untuk belajar bersama antara para guru dengan dosen FTI yang tentunya lebih ahli di dalam dunia jejaring dan teknologi informasi. Kepala Sekolah SMA St. Maria 1 Cirebon, Drs. Ongko Sumadi pun mengucapkan terima kasih atas pendampingan yang diberikan oleh FTI Maranatha untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih baik lagi bagi para guru dan siswa sekolah.

Dekan FTI Maranatha, Ir. Teddy Marcus Zakaria, M.T. menyebutkan dalam sambutannya bahwa otomatisasi pertukaran data kini menjadi satu tren pada era industri 4.0. Guru sebagai garda terdepan dalam pendidikan berperan untuk mendidik para murid untuk melek terhadap teknologi informasi dan memiliki kompetensi yang mumpuni. “Oleh karena itu, guru perlu menyesuaikan diri, dan up to date dengan kondisi perkembangan ekonomi digital revolusi industri ini,” jelasnya.

Materi hari pertama menjelaskan mengenai pemanfaatan Google Classroom (GC) sebagai wadah bagi para guru mengorganisasikan kelas virtualnya melalui pemberian materi, pengumuman, hingga penilaian kepada murid. GC dipilih menjadi salah satu LMS favorit bagi para guru karena penggunaannya yang sederhana dan mudah dimengerti, tampilannya yang menarik, serta terintegrasi dengan fitur-fitur Google lainnya untuk membantu pengajaran guru. Hal tersebut disampaikan oleh Meliana sebagai pemateri pertama. Fitur-fitur GC yang dapat diintegrasikan dalam pengajaran seperti Google Calendar untuk mengatur batas waktu tugas kelas, Google Form untuk berinteraksi dan memberikan pertanyaan langsung kepada siswa, serta Google Meet untuk bertemu langsung secara virtual dengan murid-murid. (sg/gn)

 

Foto: Dok. SMA Santa Maria 1 Cirebon via YouTube

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 19 October 2020