Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Kristen Maranatha melaksanakan kegiatan webinar Design Science 4.0 pada Jumat, 16 Juli 2021. Kegiatan yang mengambil tema “Riset Desain Multidisiplin” ini berlangsung secara virtual melalui Zoom dan diikuti sekitar 80 peserta yang merupakan mahasiswa dan dosen UK Maranatha. Acara yang dimoderatori oleh Isabella Isthipraya Andreas, S.Ds., M.Ds. ini menghadirkan tiga narasumber yang memiliki pengalaman riset multidisipliner dan desain.

Pembicara pertama adalah dosen dari FSRD Institut Teknologi Bandung (ITB), Deny Willy J., Ph.D. Dosen yang berfokus di bidang riset kognisi desain, proses kreatif, serta interior dan furnitur ini mengangkat topik “Analisis Protokol dalam Penelitian Desain: Sains dalam Desain”. Menurut Deny, analisis protokol adalah satu prosedur yang dianggap peneliti bidang desain dan kognitif desain sebagai sesuatu yang unik karena bisa mengungkapkan hal-hal yang sulit diungkapkan, baik oleh desainer atau seniman. “Analisis protokol ini sebetulnya suatu prosedur yang mengungkap sesuatu yang laten atau tersembunyi. Caranya dengan verbal protocol atau ucapan yang dianggap sejati. Ini adalah metode yang paling scientific dalam desain,” jelas Deny.

Metode analisis protokol bekerja dengan cara merekam ucapan desainer atau seniman, bersamaan dengan  ketika dia berproses dan menyalurkan ide pada karyanya. Untuk melakukannya, maka dibutuhkan multidisiplin ilmu untuk mengungkap sesuatu yang laten tersebut agar desain tidak hanya menjadi proses berkarya cipta tanpa mengetahui apa yang sedang terjadi.

Selanjutnya, Ir. Anugrah S. Sudarsono, S.T., M.T., Ph.D., IPM., dosen Fakultas Teknologi Industri ITB sebagai pembicara kedua membawakan materi dengan topik “Peluang Riset Kolaborasi Bidang Sains dan Desain”.Dalam pemaparannya, ia menyatakan bahwa proses kolaborasi sangat penting untuk menentukan hasil yang valid. “Sains tanpa desain akan menimbulkan ketidakfokusan pada analisis deskripsi, serta tidak menguasai konsep desain sehingga tidak terlalu peduli pada aspek implementasinya. Sedangkan desain tanpa sains akan menimbulkan ketidakfokusan pada analisis teknis dan statistik, serta terlalu fokus pada aspek praktis sehingga analisis menjadi terlalu umum,” jelasnya.

Berbagai keuntungan bisa diperoleh apabila terjadi kolaborasi dengan bidang desain. Keuntungan tersebut berupa kesempatan pendanaan lebih besar, kemungkinan diterima publikasi lebih besar, biaya riset relatif tidak terlalu tinggi, setiap orang memiliki keahlian yang berbeda, peneliti dalam bidang desain memiliki pemahaman konteks dan global yang baik, peneliti bidang desain lebih mampu mendeskripsikan hasil penelitian lebih baik daripada peneliti bidang sains, serta peneliti dalam bidang desain memiliki pemahaman yang lebih baik terkait permasalahan di masyarakat.

Monica Hartanti, M.Ds., dosen FSRD UK Maranatha sebagai pembicara terakhir webinar ini membahas topik “Simulasi Digital Desain Kemasan: Riset Terapan Kolaborasi Desain dan Sains”. Ia dan tim berusaha mengolaborasikan ilmu desain dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian yang Monica lakukan bersama rekan dari Fakultas Teknologi Informasi dan Fakultas Bisnis ini berupaya meningkatkan desain kemasan yang baik bagi pelaku UMKM di Kabupaten Bandung. “Desain kemasan yang baik dibuat tidak hanya berdasarkan motivasi ekonomi, tetapi juga motivasi lain, seperti sosial, budaya, dan lingkungan. Semuanya harus bekerja sama untuk mendukung keberlanjutan produk lokal,” jelas Monica.

Untuk mempercepat edukasi pada pelaku UMKM agar mengerti desain kemasan produk kreatif dan berciri lokal, Monica menggunakan fitur yang diberi nama Sidikemas. Fitur ini diharapkan dapat mempercepat edukasi tentang kemasan produk UMKM yang kreatif dan berciri lokal sehingga mempercepat proses desain akhir oleh fasilitator. Tidak hanya berfungsi sebagai aplikasi simulasi desain kemasan, tetapi juga sebagai media yang dapat mempertemukan UMKM dengan berbagai pihak, seperti Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) setempat, pendidikan tinggi desain, produsen pengrajin kemasan berbahan alam, dan masyarakat secara umum. (sg/gn)

 

Foto: Dok. FSRD via Zoom

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 19 November 2021