Tim Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Kristen Maranatha mengadakan pelatihan ecoprint kepada 25 orang wanita Desa Bojonghaleuang, Kabupaten Bandung Barat pada 20-21 Oktober 2021. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini turut melibatkan tim pengembang Kota Baru Parahyangan (KBP) dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Maju Bersama.

Pada hari pertama, kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dengan materi yang disampaikan oleh dosen Program Diploma Seni Rupa dan Desain UK Maranatha, Aulia Wara A. P., S.Ds., M.Ds. Ia memperkenalkan ecoprint sebagai gerakan ramah lingkungan dengan menciptakan motif pada kertas dan kain menggunakan bahan alami, seperti batang, daun, dan bunga yang diambil tanpa merusak pohon sebagai sumber bahan alaminya.  Aulia juga memperkenalkan bahan dasar yang dibutuhkan dan teknik-teknik yang perlu dikuasai peserta untuk membuat ecoprint.

Pada hari kedua, tim P2M FSRD UK Maranatha yang beranggotakan Aulia Wara A. P., S.Ds., M.Ds.; Yosepin Sri Ningsih, S.Ds., M.Ds.; Berti Alia Bahaduri, S.Kr., M.Ds.; Erica Rachel Budianto, A.Md., S.Sn., M.Ds.; Nathalia Yunita Sugiharto, M.T.; serta Fiona Nathania berkunjung secara langsung ke Desa Bojonghaleuang. Dalam kunjungan tersebut, mereka melakukan praktik ecoprint secara langsung bersama masyarakat sebagai peserta.

Dalam pengerjaannya, para peserta diminta untuk mempersiapkan daun atau bunga yang belum mengering, kain blacu, kain kanvas atau kain dengan material organik, serta palu, alas plastik, mordan tawas, air hangat, dan ember. Teknik yang diajarkan pada masyarakat Desa Bojonghaleuang adalah teknik pounding. Proses penerapan teknik ini dilakukan melalui empat tahapan utama, yaitu penyusunan motif pada kain, pemukulan daun pada kain, penjemuran kain, dan fiksasi kain.

Teknik ini dilakukan dengan memukul daun atau bunga yang diletakan di atas kain menggunakan palu. Beberapa kelebihan dari penerapan teknik ini di antaranya adalah akses peralatan dan pengerjaan yang mudah, modal yang relatif terjangkau, dan dapat dilakukan oleh masyarakat dari berbagai kalangan usia.

Pimpinan Kota Baru Parahyangan sekaligus Direktur PT Belaputera Intiland, Ryan Brasali menyampaikan harapannya agar melalui pelatihan ini, masyarakat Desa Bojonghaleuang mampu meningkatkan kreativitasnya dalam memproduksi barang sebagai salah satu peluang bisnis mereka di masa depan. (ra/gn)

 

Foto: dok. Fakultas Seni Rupa dan Desain UK Maranatha

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 23 December 2021