Untuk memaksimalkan pelaksanaan salah satu tridarma perguruan tinggi, yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Maranatha mengadakan Forum Pertemuan Dosen Peneliti dan Pengabdi dengan tema “Metodologi dan Publikasi Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat”. Forum yang berlangsung pada tanggal 28 Mei 2019 dihadiri oleh 74 dosen dari berbagai fakultas di UK Maranatha. Kegiatan ini turut mengundang seorang dosen dari Universitas Indonesia, Dr. Dra. Dewi Susanna, M.Kes., yang memaparkan skema dari pengabdian masyarakat, waktu terselenggara, dan pendanaan seperti hibah dari Kemenristekdikti serta  pelaksanaan publikasi PKM.

Dewi menyebutkan bahwa paradigma dinas pendidikan tinggi terkait PKM telah bergeser dari yang selama ini telah dilakukan seperti bakti sosial, pelayanan kesehatan, hingga pelatihan-pelatihan lainnya. “Saat ini PKM menurut Dikti lebih kepada pengaplikasian terhadap hasil riset peneliti. Tentang apakah hasil risetnya bisa langsung digunakan di masyarakat, misalkan hasil riset dosen peneliti yang keluarannya dalam bentuk modul untuk pencegahan penyakit filariasis. Itu bisa digunakan sebagai modal untuk melakukan PKM kepada masyarakat yang memang memiliki resiko tersebut,” ungkap Dewi. Dengan demikian menurutnya, salah satu fungsi dari PKM itu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan dapat terlaksana dengan tepat guna dan riset tersebut tentunya akan menjadi lebih bermanfaat.

Kepala LPPM, Dr. Teresa Liliana Wargasetia, S.Si., M.Kes., PA(K). mengatakan forum dosen ini terlaksana karena perlunya peningkatan kesadaran akan pentingnya publikasi PKM dalam bentuk luaran-luaran, seperti artikel di media massa, jurnal-jurnal (nasional dan internasional), sampai hak kekayaan intelektual. Selain itu juga, melalui acara ini LPPM ingin memperkenalkan hibah PKM yang berasal dari Kemeristekdikti. “Kami berharap dengan memperoleh hibah Kemenristekdikti  kemudian peningkatan kinerja PKM termasuk publikasi, akan mendukung penilaian akreditasi prodi dan perguruan tinggi  yang tentunya akan berpengaruh kepada klasterisasi atau peringkat universitas,” jelasnya. (sg)

Upload pada 29 May 2019