Untuk mengisi waktu di sela-sela waktu belajar dan tugas yang dilakukan oleh mahasiswa di rumah, Senat Mahasiswa (Sema) Fakultas Hukum (FH) Universitas Kristen Maranatha mengadakan sebuah forum diskusi mahasiswa pada 14 Mei 2020. Forum diskusi yang diberi nama “Analogi” ini disediakan sebagai wadah bagi setiap mahasiswa agar dapat berdiskusi dan juga memperluas wawasan dari topik penting yang mungkin dibutuhkan oleh mahasiswa.

Pada diskusi ini, topik yang dibahas adalah mengenai Homo Mensura to Homo Deus. Regina Angela, salah satu anggota Sema FH Maranatha mengatakan bahwa pemilihan topik ini dipilih atas dasar pada kebutuhan untuk mengetahui dan memahami hakikat dari manusia itu sendiri.

Diskusi ini dipimpin oleh Stenly Djatah, Ph.D., seorang dosen mata kuliah etika di FH Maranatha. Homo mensura menurutnya merupakan sebuah konsep atau doktrin yang dikemukakan oleh seorang filsuf asal Yunani bernama Protagoras. Protagoras mengungkapkan bahwa semua kebenaran, keadilan, bahkan hukum sekalipun ditentukan oleh manusia sebagai standarnya. “Manusia menilai benar atau tidak itu adalah kebijakannya sendiri. Oleh karena itu, pemahaman akan sesuatu yang baik itu bagi setiap orang menjadi berbeda,” jelasnya.

Menurut Stenly, homo mensura dapat dikatakan benar apabila berbicara tentang jati diri atau sifat alaminya manusia. Namun jika ditarik dalam area publik, ini dapat menjadi masalah serius karena jika diterapkan akan muncul konflik atau pertentangan dalam kepentingan individual dan kepentingan kolektif.

Sedangkan homo deus, merupakan evolusi dari homo mensura yang menjadikan manusia sebagai deus (Tuhan) bagi dirinya sendiri dan bagi manusia lain dari sisi filsafat. Dalam buku Homo Deus: A Brief History of Tomorrow yang ditulis oleh Yuval Noah Harari dijelaskan pertumbuhan teknologi dan ilmu pengetahuan telah membuat manusia tidak lagi bergantung kepada Tuhan dalam agama, tetapi kepada Tuhan dalam kemanusiaannya. Jadi, Stenly mengatakan konsep homo mensura dan homo deus memiliki substansi yang sama. Hanya pada dunia modern, homo deus memiliki alasan bahwa manusia itu memiliki kesanggupan untuk melindungi dirinya. (sg/gn)

Upload pada 28 May 2020