Guna menjawab kekuatiran para mahasiswa dan orang tua dalam penerapan new normal, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Kristen Maranatha menyelenggarakan webinar “Best Practice for Bachelor Program Faculty of Dentistry Maranatha Christian University” pada Jumat, 5 Juni 2020 secara online. Dekan FKG, drg. Winny Suwindere, M.S. dan Sektretaris Progam Sarjana Kedokteran Gigi , drg. Grace Monica, M.K.M. sebagai pembicara memaparkan materi mengenai langkah-langkah serta protokol kesehatan yang wajib dipatuhi dalam memasuki masa new normal.

Selama berlangsungnya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), bidang pendidikan tentunya mengalami permasalahannya tersendiri, termasuk pendidikan kedokteran gigi yang mengalami permasalahan dalam memberikan pembelajaran bidang khusus psikomotor (keterampilan) yang biasa disebut skill lab. Oleh sebab itu, FKG Maranatha dengan pertimbangan yang matang akan menerapkan new normal pembelajaran skill lab mulai dari tanggal 15 Juni 2020 mendatang, sedangkan kuliah, tutor, dan ujian tetap dilaksanakan secara online. “Ilmu keterampilan tanpa mempraktikkan sendiri secara langsung, itu merupakan sesuatu yang mustahil,” ungkap drg. Winny.

Melihat fasilitas yang dimiliki Universitas Kristen Maranatha, diharapkan penerapan new normal skill lab FKG Maranatha bisa terlaksana dengan baik dan tidak menimbulkan kecemasan kepada orang tua mahasiswa. Skill lab yang berlokasi di Gedung Grha Widya Maranatha (GWM) lantai 12, Maranatha memiliki empat ruangan dengan area yang luas, ventilasi yang banyak, fasilitas cuci tangan, dan lain-lain. Selain itu, FKG Maranatha juga turut memperhatikan kebersihan dari alat-alat yang ada, ruangan skill lab, serta kebersihan lainnya. “Universitas terus mengupayakan kesehatan bagi mahasiswa, sebaliknya mahasiswa juga diharapkan bisa memperhatikan kesehatan diri sendiri,” harap drg. Winny. Oleh sebab itu, drg. Winny mengajak para mahasiswa dan orang tua untuk menjaga kesehatan diri sendiri.

Perkuliahan skill lab akan terbagi menjadi empat tahap dengan jangka waktu yang berbeda-beda dan penerapan shift kepada mahasiswa. Pada tahap pertama, bermula dari mahasiswa yang berdomisili di Bandung akan pertama kali melaksanakan pembelajaran skill lab ini. Sementara itu, mahasiswa dari luar kota atau luar pulau akan mendapatkan kesempatan belajar pada tahap kedua. Setiap kelasnya akan diterapkan shift yang terdiri dari 20-24 mahasiswa. Meskipun demikian, drg. Winny menjelaskan kuliah new normal skill lab ini tidak memiliki paksaan. “Hal yang terpenting adalah persetujuan dari orang tua,” tegasnya.

Sementara itu, drg. Grace menjelaskan bahwa langkah-langkah yang perlu diperhatikan selama belajar di kampus. “Disiplin diri, yaitu hadir sesuai jadwal dan menjaga diri sesuai dengan protokol kesehatan adalah hal yang penting,” jelas drg. Grace. “Selalu memakai masker dan pelingung wajah (face shield) selama kegiatan di kampus,” tambahnya. Sebelum mengikuti perkuliahan, setiap mahasiswa yang berasal dari luar kota atau luar pulau pun harus menerapkan karantina mandiri selama dua minggu setelah tiba di Bandung.

“Terapkan empat sehat lima sempurna, yaitu rajin cuci tangan, pakai masker, jaga jarak minimal satu meter, makan makanan bergizi, olahraga, dan jangan panik,” pesan drg. Grace. Di akhir pemaparan, para peserta, termasuk orang tua diberikan kesempatan untuk berdiskusi serta tanya jawab. (ns/gn)

Foto: dok. Bidkom – Ditinfo

Upload pada 8 June 2020