Era disruptif merupakan fase yang rentan dengan berbagai perubahan, terutama bagi mereka yang menginjak di usia remaja. Kesibukan untuk menyelesaikan tugas dan aktivitas yang banyak membuat mereka cenderung melupakan kesehatan fisiknya. Seperti tidur terlalu larut, mengonsumsi makanan instan atau cepat saji, tidak rutin berolahraga, dan enggan untuk memakan makanan sehat dan seimbang. Hal ini dapat mengakibatkan kurangnya daya fokus belajar, tidak bersemangat, gampang terserang penyakit, imunitas tubuh menurun, dan jika terus berlanjut akan berpengaruh terhadap kesehatan mereka di usia dewasa.

Oleh karena itu, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha bersama dengan SMA Kristen BPK Penabur Holis Bandung mengadakan seminar daring bertajuk “Healthy Lifestyle” pada Jumat, 2 Oktober 2020. Webinar yang diikuti para siswa kelas X hingga XII SMAK BPK Penabur Holis melalui platform Zoom ini menghadirkan dosen FK Maranatha, Prof. Dr. dr. Susy Tjahjani, M.Kes. sebagai pembicara untuk membahas topik ini.

Prof. Susy menjelaskan, sehat bukan hanya sekedar sehat secara fisik saja, melainkan sehat secara mental dan sosialnya juga. Menurutnya terdapat lima hal yang dapat mempengaruhi kesehatan seseorang, yaitu kebutuhan nutrisi, aktivitas fisik, kualitas dan kuantitas tidur, perilaku, serta status mental.

Ia menekankan bahwa nutrisi yang baik diperoleh dari komposisi makanan yang lengkap, variatif, dan cukup. Prof. Susy pun mengajarkan cara menghitung kalori makanan yang benar diikuti dengan intensitas waktu olahraga yang terbaik, yaitu moderate intensity (minimal 30-60 menit dalam 3-4 per minggu).

Stres ternyata dapat mempengaruhi kesehatan fisik seseorang. Prof. Susy menjelaskan bahwa stres yang meningkat dapat menimbulkan jumlah hormon adrenalin yang berlebih dan menyebabkan berkurangnya kualitas tidur yang baik. Hal ini dapat memicu berbagai penyakit, seperti melambatnya penyembuhan luka, tekanan darah tinggi, hingga kanker. Olahraga pun menjadi satu cara yang ia sarankan untuk mengurangi stres karena dapat meningkatkan hormon endorfin yang bermanfaat untuk memberikan rasa bahagia. (sg/gn)

 

Upload pada 7 October 2020