Pada tanggal 5 November 2019, Fakultas Bahasa dan Budaya Universitas Kristen Maranatha mengadakan Festival Bahasa dan Budaya (Fesbaya) 2019. Acara kali ini diselenggarakan di Exhibition Hall, Gedung B lantai 1 Universitas Kristen Maranatha dengan mengangkat tema “Eat, Play, Love”. Dalam acara tersebut, terdapat beberapa rangkaian acara, seperti workshop, perlombaan untuk tingkat SMA dan universitas, serta pameran dari Program Sarjana Sastra Inggris, Sastra China, Sastra Jepang, dan Program Diploma Bahasa Mandarin.

Acara dibuka dengan tarian Soran Bushi dari Program Sarjana Sastra Jepang. Setelah itu, Dekan Fakultas Bahasa dan Budaya, Anton Sutandio, Ph.D. pun menyampaikan kata sambutannya. Beliau mengatakan bahwa terdapat perbedaan pada acara yang kali ini diadakan karena adanya pergantian nama Fakultas Sastra menjadi Fakultas Bahasa dan Budaya. Maka dari itu, nama festival yang sebelumnya bernama Expo Sastra (Extra), diganti menjadi Fesbaya. “Terima kasih untuk partisipasinya dalam acara tahun ini. Selamat bertanding dan semoga mendapat pengalaman yang berharga dari kegiatan ini,” tambah beliau untuk para partisipan lomba.

Setelah itu, acara pun dilanjutkan dengan workshop origami yang diadakan oleh Program Sarjana Sastra Jepang dan workshop Chinese paper cut oleh Program Sarjana Sastra China. Terdapat pula perlombaan yang turut meramaikan acara Fesbaya 2019, yaitu Scrabble, Vlogging, Storytelling, dan Acoustic Band yang diadakan oleh Program Sarjana Sastra Inggris dan Kana Master Quiz yang diadakan oleh Program Sarjana Sastra Jepang.

Rizki Theodorus Johan, S.S., M.A. selaku Ketua Pelaksana Fesbaya 2019 menyampaikan bahwa tujuan dari terselenggaranya acara ini adalah untuk memperkenalkan budaya sekaligus mempromosikan Fakultas Bahasa dan Budaya kepada para partisipan. Dengan tema yang diangkat, Fesbaya juga mempertunjukkan konsep keragaman budaya yang dimiliki Fakultas Bahasa dan Budaya yang dapat merepresentasikan kesamaan dari masing-masing Program.

Selain itu, booth pameran pun dirancang dengan tema empat musim yang berbeda yang merepresentasikan masing-masing program. “Ini adalah hal yang menarik karena booth tiap program mempunyai nuansa yang berbeda,” tambah Rizki. Menurutnya, meskipun dengan persiapan dan waktu yang minim, Fesbaya 2019 memiliki suasana yang fun dan dapat dinikmati oleh banyak orang. Beliau pun berharap agar ke depannya, Fesbaya dapat mencapai target untuk level mahasiswa dan dapat menarik lebih banyak orang melalui budaya yang dimiliki. (cm)

Upload pada 7 November 2019