Angka usia yang semakin tinggi kerap menjadi halangan bagi seseorang untuk belajar. Anggapan dan persepsi sekitar tentang penurunan kapasitas otak manusia sejalan dengan bertambahnya usia menjadi penghambat untuk terus belajar. Ditambah dengan perubahan kurikulum dan teknologi membuat masyarakat yang telah berumur pun enggan untuk belajar.

Namun, hal ini tidak menjadi penghalang bagi Iman Budiman dan Retty Selya untuk mengenyam pendidikan di usia yang tidak lagi tergolong muda. Iman, yang saat ini berusia 34 tahun, merupakan seorang seniman lukis yang berasal dari salah satu desa seni terbesar di Kota Bandung, yaitu Kampung Wisata Jelekong. Tempat ini terletak di Jalan Laswi, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Aktif melukis semenjak lulus SMA di tahun 2004, Iman sering menerima banyak pesanan lukisan. Ia juga mengajar seni kepada anak-anak dari sekolah internasional pada waktu-waktu tertentu.

Walaupun Iman memiliki karier sebagai seniman, ia tidak pernah melupakan mimpinya untuk mengejar pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Iman memilih untuk mendaftar kuliah di Universitas Kristen Maranatha di Program Sarjana Seni Rupa Murni dan berhasil masuk pada tahun 2019. Pemilik Budiman Gallery Arts Jelekong ini menuturkan alasannya memilih berkuliah, yaitu untuk menambah pengetahuan teori yang nantinya bisa dibagikan kepada seniman lain di desanya.

“Setelah kuliah di Maranatha, saya menjadi lebih percaya diri karena saya diajarkan tidak hanya melukis, tetapi juga mata kuliah lain, seperti arsitektur, interior, dan desain komunikasi. Dari belajar, saya mendapatkan kepercayaan diri untuk melakukan banyak proyek-proyek besar, seperti membangun gapura, hingga rumah-rumah para seniman,” ungkap Iman secara virtual dalam acara Santuy Sore #8 pada Sabtu, 11 September 2021 lalu.

Di pihak lain, Retty mulai berkuliah di UK Maranatha ketika menginjak usia 44 tahun. Tahun 2003, Retty yang hobi membaca mulai mencari-cari universitas yang bisa menerima mahasiswa dengan usia sepertinya. Retty yang awalnya berencana mendaftar di Fakultas Psikologi, kemudian memilih untuk mendaftar di Fakultas Seni Rupa dan Desain karena kesukaannya pada bidang seni. Meskipun sempat merasa takut karena rata-rata mahasiswanya sepantaran dengan anaknya, Retty meyakinkan dirinya untuk tetap melanjutkan pendaftaran sampai akhirnya dinyatakan lulus.

Selama berkuliah, ia terus memantapkan dirinya dengan mindset kalau dirinya adalah murid, dan yang mengajarnya adalah dosen, tanpa melihat ada yang lebih muda ataupun lebih tua pada saat itu. Retty, yang saat ini berprofesi sebagai fashion desainer, juga sempat kewalahan ketika salah satu mata kuliah mengharuskannya menggunakan komputer. Meskipun sempat merasa tidak percaya diri, secara perlahan ia pun mulai menguasainya dengan bantuan teman mahasiswa dan dosennya.

“Ketika saya masuk kuliah dan bergaul dengan teman-teman yang seangkatan dengan anak saya, saya bisa melihat bagaimana perbedaan pola pikir mereka dibandingkan pada saat saya seumuran mereka dulu. Jadi, saya banyak belajar dari lingkungan dan sekitar. Belajar dengan pola pikir mereka, membuat saya terus menambah ilmu supaya tidak ketinggalan untuk mengetahui banyak hal-hal baru,” jelas Retty.

Usia Bukanlah Halangan

Tentunya belajar di usia tua dengan kemampuan kognitif yang mulai menurun bukanlah perkara yang mudah. Namun, hal ini bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dilakukan. Iman dan Retty berhasil membuktikan bahwa di usia yang tidak lagi tergolong muda, mereka mampu belajar dan bisa membuka pikiran terhadap perubahan. Belajar merupakan proses perjalanan yang panjang, tidak terkecuali dengan pendidikan formal.

Ada pepatah mengatakan bahwa “Tuntutlah ilmu sampai ke liang lahat ”. Ini menandakan bahwa betapa pentingnya ilmu dalam kehidupan ini, tidak terbatas pada usia tertentu saja. Jangan menyerah meskipun mungkin di usia muda tidak mendapatkan kesempatan untuk menikmati pendidikan seperti orang lain. Tidak perlu pula merasa minder dan malu karena dianggap terlambat untuk mulai belajar. (sg/gn)

 

Foto: dok. Fakultas Seni Rupa dan Desain UK Maranatha; dok. Instagram @rettyselya; dok. Instagram @imanbudiman2

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 23 February 2022