Pergelaran malam Final Miss Indonesia 2019 telah usai diselenggarakan pada 15 Februari 2019 lalu. Meski tidak merebut gelar Miss Indonesia, Shieren Nathania Wijaya seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha yang berangkat ke ajang Miss Indonesia 2019 sebagai wakil dari provinsi Kalimantan Tengah ini mendapatkan banyak pengalaman berharga selama mengikuti ajang ini.

Walaupun ini merupakan kali pertamanya ia mengikuti ajang kecantikan, Shieren merasa bersyukur karena sudah masuk tahap seleksi dan menyisihkan 1089 peserta lainnya  dan merupakan hal yang tidak terduga baginya karena awalnya ia hanya ikut temannya untuk mendaftar Miss Indonesia. Tak disangka, ia diterima dan masuk ke dalam 34 besar untuk masuk ke masa karantina, menerima pelatihan, pengarahan, dan juga penilaian untuk melaju ke babak final.

Shieren mengakui tak sekali pun terpikir olehnya untuk menjadi Miss Indonesia. Satu hal yang ia pegang saat ia mengetahui kalau dirinya diterima dalam ajang ini, yaitu percaya bahwa Tuhan memiliki tujuan dalam hidupnya untuk membuatnya naik ke level selanjutnya, “To be a blessing and jadi God’s ambassador,” ungkap Shieren.

Memasuki masa karantina Miss Indonesia, Shieren mulai membanding-bandingkan dirinya dengan peserta lain dan sempat berpikir untuk menyerah. Shieren menyadari bahwa para peserta lainnya sudah memiliki latar belakang model dan sudah memiliki cita-cita untuk menjadi seorang Miss Indonesia. Berbeda dengan dirinya yang mempelajari catwalk secara mendadak dan mempersiapkan segala kebutuhan untuk memasuki karantina di tengah-tengah kesibukannya mengerjakan skripsi. Namun akhirnya ia belajar untuk tidak fokus pada apa yang dia tidak punya, melainkan berfokus bagaimana dirinya dapat menjadi berkat dalam ajang ini.

Memahami jika ajang ini tidak hanya mengedepankan penampilan saja, Shieren yang memiliki passion untuk menjangkau yang tidak terjangkau, khususnya anak-anak, memotivasinya untuk mendorong dan mendidik anak-anak mengenai kesehatan dan pendidikan terutama di daerah-daerah yang belum maju. “Children are the rocks on which our future will be built, jadi masa depan kita ada di tangan mereka,” ungkapnya.

Jika seorang Shieren tidak bisa memberikan banyak perubahan pada Indonesia, ia percaya bersama Miss Indonesia ia bisa bersama-sama bergandengan tangan untuk membawa impact yang lebih besar. Shieren juga berkeinginan untuk menularkan passion-nya kepada para peserta untuk dapat memiliki hati untuk Indonesia yang lebih baik.

Gadis 22 tahun yang menjadikan sosok Ester dalam Alkitab sebagai role model dalam hidupnya ini tidak memikirkan soal menang atau kalah. Dalam ajang ini ia banyak belajar mengenai self love, self care, mengenali passion-nya sendiri, mengasah karakter, bagaimana menghadapi orang, dan tetap menjaga diri untuk tidak sombong. Tidak lupa juga ia mengasah dirinya untuk dapat menjadi pribadi yang lebih dewasa dan selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap hal yang ia lakukan.

Usai rangkaian acara Miss Indonesia ini, Shieren yang menyukai anak-anak ini rencananya akan fokus pada pendidikan co-ass-nya. Ia percaya apapun yang Tuhan rencanakan, entah itu menjadi dokter anak yang ia cita-citakan atau pun bidang yang lain, ia tahu bahwa itu merupakan rencana terbaik Tuhan bagi dirinya. Shieren berpesan kepada generasi muda untuk mengenal diri mereka sendiri. “Every morning embrace everything that God has given to you, and try to be the better version of you. Don’t compare yourself with other, because every person have their own purpose. God always with you,” tutup Shieren. (gn/mel) (foto: dok. pribadi, instagram & website Miss Indonesia)

Upload pada 27 February 2019