Tahukah Anda bahwa setiap tanggal 29 Juni ditetapkan sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas) dan juga dimulainya Gerakan Keluarga Berencana (KB) Nasional?

Dilansir dari website Keluarga indonesia, pada zaman perjuangan banyak pejuang yang berpisah dengan keluarganya guna memenuhi tugas wajib militer untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Setelah masa penjajahan berakhir, tepatnya pada 29 Juni 1949, mereka kembali kepada keluarganya masing-masing. Dilatarbelakangi dari peristiwa ini, guna memberikan penghargaan kepada rakyat Indonesia yang telah berjuang, maka dari itu pada tanggal 15 September 2014 melalui Keputusan Presiden RI Nomor 39 tahun 2014, tanggal 29 Juni ditetapkan sebagai Hari Keluarga Nasional.

Melalui Hari Keluarga Nasional ini pula kita diingatkan dengan pentingnya peranan keluarga dalam upaya memantapkan ketahanan nasional dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Dari keluargalah kekuatan dalam pembangunan suatu bangsa akan muncul.

Apa yang dimaksud dengan keluarga?

Dr. Jane Savitri, S.Psi., M.Si., Psikolog, salah satu dosen di Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha menjelaskan pengertian keluarga dalam teori psikologi adalah adanya ikatan pernikahan antara laki-laki dan perempuan dewasa yang berkomitmen membentuk rumah tangga.

Beliau menerangkan bahwa setiap orang tua memiliki peran dan tanggung jawab atas keluarganya, yaitu bagaimana seorang anak memiliki pengembangan dari segi psikologis, bagaimana mendidik dan mengedukasi seorang anak agar mereka bisa berkembang dan menjadi pribadi yang mandiri. Sebuah keluarga yang kuat, komit, dan bersatu akan memberikan perisai bagi pengaruh-pengaruh negatif di lingkungannya. Maka dari itu, peran keluarga dan peran orang tua dalam mendidik anak dalam ketahanan nasional dinilai sangat penting.

Apa yang bisa dilakukan anak-anak agar mempunyai pemikiran bahwa keluarga itu sangatlah penting?

Jane menerangkan bahwa pemikiran itu dapat ditanamkan dari peran orang tua untuk membangun dan memberikan makna keluarga sesungguhnya berupa pengalaman riil di dalam keluarganya sendiri. Jadi, sang anak dapat menirukan keluarganya untuk menjadi model keluarga mereka sendiri. Maka dari itu, penanaman keluarga itu penting dalam pendidikan formal dan sesuai ajaran agama masing-masing.

Apa sebenarnya faktor pendukung kesatuan keluarga?

Beliau juga menjelaskan faktor pendukungnya bisa terbagi menjadi dua, yaitu internal dan eksternal. Faktor internal meliputi komitmen antarpasangan suami dan istri untuk bersatu meningkatkan relasi dengan kasih dan spiritualitas. Sedangkan faktor eksternalnya meliputi kecerdasan emosional, bisa membagi kualitas waktu antara teman, pekerjaan, dan keluarga, dan sebagainya.

Setelah mengetahui fakta dibalik Hari Keluarga Nasional dan juga pentingnya keluarga, kita sudah dapat melihat dengan jelas, betapa pentingnya suatu keluarga itu. Pada saat seperti ini, mari kita buat momen berharga bersama dengan keluarga kita. Selamat hari keluarga nasional! (ns)

Upload pada 27 June 2019