“Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. Pulihkanlah keadaan kami, ya Tuhan, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!” – Mazmur 126 : 3-4.

Penulisan Mazmur pasal 126 ini dilatarbelakangi ketika orang Israel baru pulang dari penawanan di Babel. Ketika mereka pulang tentu ada sukacita. Namun, pada ayat keempat terdapat kata “pulihkan”. Padahal makna kata pulihkan berarti masih ada masalah dan tantangan yang dihadapi. Kenyataannya, orang Israel ketika pulang ke tanah mereka diperhadapkan dengan situasi yang tidak sesuai dengan harapan, serta kesulitan lain ketika memasuki musim yang baru. Lalu, apa yang mereka lakukan? Mereka berziarah.

Penggalan khotbah ini dibawakan oleh Pdt. Hariman A. Pattianakotta, M.Th., dalam Ibadah Awal Tahun Ajaran 2020/2021 Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha yang dilaksanakan pada Selasa, 18 Agustus 2020. Melalui tema “Musim Baru”, Pdt. Hariman mengingatkan, terutama kepada pejabat dekanat FK, “Orang yang melakukan ziarah adalah orang yang memikirkan, mendalami, serta merefleksikan karya Tuhan. Sehingga setelah berziarah orang tersebut menjadi bersemangat kembali dan memperoleh kekuatan yang baru”.

Dalam kegiatan yang diadakan secara online ini juga dibahas bagaimana cara bangsa Israel melewati kesulitan, baik dalam masa penawanan di Babel maupun proses mereka dibebaskan. Satu hal utama yang ditunjukkan pasal ini adalah kesadaran orang Israel yang mengakui bahwa itu semua bukan karena kehebatan mereka, tetapi semata-mata pertolongan Tuhan. Orang Israel saat itu bersukacita karena kebaikan Tuhan dan sukacita itu menjadi kesaksian bagi orang lain. Pdt. Hariman mengingatkan, “Kita juga harus penuh sukacita karena kebaikan Tuhan supaya dapat berdoa dengan ucapan syukur”. Pada ayat-ayat selanjutnya, bangsa Israel juga menyadari hal tentang menabur dan menuai. Kita semua menyadari keharusan untuk menanam, melakukan bagian kita, menyiraminya, tetapi pada akhirnya Tuhan yang menumbuhkan.

Ada tiga pelajaran yang dapat diambil melalui Mazmur 126 ini. Yang pertama bahwa keberhasilan setiap musim terjadi karena kuasa Tuhan dan menyerahkan semua rencana kita kepada-Nya. Kedua, kita juga wajib mengerjakan apa yang harus dikerjakan dalam setiap musim yang dihadapi. “Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata akan menuai dengan bersorak-sorai” – Mazmur 126 : 5. Ketiga, karya ini kita jadikan ziarah bersama untuk memikirkan kebaikan Tuhan dan karya besar Tuhan secara mendalam.

Pesan refleksi Pdt. Hariman untuk para pejabat dekanat FK Maranatha Periode 2020-2024, “Mari kita menjadi tim yang bersinergi untuk melakukan bagian kita dalam mengerjakan pekerjaan baik”.

Baca juga: Pelantikan Pejabat Akademik dan Nonakademik UK Maranatha Periode 2020-2024

Dalam kesempatan ini pula pejabat Dekanat Fakultas Kedokteran Periode 2016-2020 menyerahkan tongkat estafet kepada Dekanat Periode 2020-2024 untuk melanjutkan semua yang baik serta dalam rangka memasuki musim baru periode jabatan selanjutnya. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Dekanat FK Periode 2016-2020, berikut ini.

Dekan Fakultas Kedokteran dr. Lusiana Darsono, M.Kes.
Wakil Dekan 1 Fakultas Kedokteran dr. Dedeh Supantini, Sp.S., M.Pd.Ked.
Wakil Dekan 2 Fakultas Kedokteran Dr. dr. Hana Ratnawati, M.Kes.
Ketua PSPD Fakultas Kedokteran dr. Wenny Waty, M.Pd.Ked.
Sekretaris Program Pendidikan Sarjana Kedokteran Dr. dr. Fen Tih, M.Kes.
Sekretaris Program Pendidikan Profesi Dokter dr. Sylvia Tanuraharja, Sp.S.

 

Foto: dok. Fakultas Kedokteran

Upload pada 2 September 2020