Berbicara mengenai fanzine bagi sebagian kita mungkin terasa asing. Lalu, apakah yang disebut dengan fanzine? Oxford Dictionary menuliskan bahwa fanzine yang terdiri kata fan ‘penggemar’ dan magazine atau –zine ‘majalah’ merupakan sebuah majalah yang diproduksi bedasarkan kesenangan untuk para penggemar grup tertentu.

Untuk mengetahui mengenai fanzine ini, Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha menyelenggarkan workshop pembuatan fanzine dengan menghadirkan Erell Hemmer sebagai pembicara sekaligus pengarah worskshop pada 14 Desember 2018 lalu. Erell Hemmer merupakan seniman dan fotografer fashion week yang berasal dari Perancis. Erell Hemmer adalah lulusan Diploma of Photography and Graphic Design. Saat ini di Indonesia, Erell ingin membuat artistic residence dengan tujuan ingin membagikan budaya Perancis dan budaya-budaya negara lainnya. Dalam workshop yang diadakan ini, Erell memperkenalkan fanzine kepada peserta dan membantu peserta dalam pembuatan fanzine.

Erell menjelaskan bahwa fanzine seperti buku kecil yang dapat kita buat sendiri. Ide dari pembuatan fanzine ini adalah perpaduan buku kecil dan majalah dengan konsep berdasarkan kesukaan kita terhadap suatu hal. Lalu, apa yang membedakan fanzine dengan majalah pada umumnya? Jika dilihat dari segi seni, fanzine ini lebih artistik, karena permainan dalam desainnya, seperti kolase, komposisi, mix and match, dan sebagainya. Dalam workshop ini peserta dapat membuat fanzine ciptaan sendiri dengan komposisi dua dimensi dalam bentuk majalah, sehingga bagi orang yang melihatnya bukan hanya sebagai sesuatu yang informatif, tetapi juga dapat melihat unsur artistik yang terkandung di dalamnya.

Pembuatan fanzine ini sangatlah mudah. Pertama-tama, kita tentukan konsep fanzine yang akan kita buat, lalu menyiapkan lembaran kosong sebagai background. Untuk gambar maupun kata-kata yang akan dipakai di dalam fanzine, kita dapat mengambil gambar dan kata tersebut dari barang-barang yang sudah tidak terpakai, seperti majalah lama, artikel, buku, dan semacamnya. Dari sini, kita dapat menggunting gambar-gambar atau pun tulisan-tulisan di dalamnya. Kita juga dapat mengambil gambar dari internet dan menggunakan bahan-bahan lainnya sesuai dengan konsep yang akan kita buat. Jika kita bingung memikirkan konsep desain dari fanzine, kita dapat mengambil ide konsep dari internet sebagai inspirasi pembuatannya.

Erell Hemmer menjelaskan bahwa pembuatan Fanzine ini sangatlah praktis, tidak ada batasan kalangan usia untuk membuat ini. Pembuatan fanzine dapat dilakukan oleh semua orang dan di mana pun. (ns)

Upload pada 21 December 2018