Bandung memang dikenal sebagai Kota Kembang, tapi tahukah Anda kalau Bandung juga dikenal sebagai Kota Mode? Hal ini bisa dibuktikan dengan tersebarnya pusat-pusat perbelanjaan mode di kota Bandung. Melihat hal itu, Indonesia Fashion Chamber dan 23 Paskal Shopping Centre mengadakan gala fashion show berjudul 23 Fashion District 2018 pada tanggal 9 September 2018 lalu.

Pergelaran 23 Fashion District 2018 memang sudah berlalu, namun Universitas Kristen Maranatha patut berbangga karena di antara 50 desainer tanah air yang ikut serta, terdapat delapan mahasiswa Program Studi D-III Seni Rupa dan Desain yang ikut andil dalam pergelaran ini sebagai generasi penerus industri fashion tanah air. Dalam acara yang mengangkat tema “Forecast Your Future Fashion”, para mahasiswa yang mewakili Maranatha ini menampilkan suatu karya yang berjudul “Voyage of Life” yang menceritakan tentang perjalanan yang terbagi dalam tiga fase kehidupan.

Setiap outfit yang ditampilkan di acara ini didesain dan dijahit sendiri dengan menampilkan eksplorasi material, komposisi warna, cutting, dan reka bahan yang unik. Metode ekplorasi ini jugalah yang ditekankan dan khas dalam keterampilan berpraktek di pendidikan vokasi bidang fashion design di Universitas Kristen Maranatha. Hal yang diterapkan oleh para mahasiswa ini dapat kita lihat dari karya-karya fashion yang mereka hasilkan.

Judul karya yang diberi nama “Voyage of Life” bermaksud untuk menceritakan tentang perjalanan yang terbagi kedalam tiga fase kehidupan. Berawal dari keindahan motif dari alam yang ditonjolkan oleh Lola Nadya Larasati dalam “Carrar’arte”, keunikan sebuah teknik seni oleh Irene Jane Simon dalam “Continous Line Drawing”, nuansa budaya Peru yang kental oleh Femina Dumiyanti dengan karya “Perdio De Antiguo Perú” dalam balutan warna  monochrome yang mengawali permulaan kehidupan, dilanjutkan dengan  keragaman permainan warna dan teksur oleh Angelina Ocktavia Oetomo “Tocosie” dengan adaptasi film animasi, dan Silvia Wijayanti dalam “Solna UnderJordisk” sebagai pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian alam mengiringi perkembangan jaman, yang mewakili gejolak kehidupan di masa muda yang penuh warna dan tantangan, hingga ke proses pendewasaan dengan corak dan detail alat musik tradisional oleh Jessica Zefanya dengan karya “Sasandu”, budaya Afrika asli oleh Yovita Sabatini Deli berjudul “Votado”, dan diakhiri oleh koleksi dari Maria Deviana berjudul “Rumbaerang” yang mengangkat kekayaan tari tradisional Indonesia yang menyempurnakan siklus kehidupan ini.

Ekplorasi yang dilakukan tiap mahasiswa dalam pembuatan karya ini memiliki tujuan agar semua mampu menemukan signature style masing-masing, serta memacu kreatifitas dan keterampilan mahasiswa dalam merealisasikan ide-ide segar mereka. Ide unik yang tercipta ini diharapkan dapat mendorong perkembangan fashion dan menginspirasi dunia fashion Indonesia, serta memperkuat kota Bandung sebagai pusat mode. (gn)

Upload pada 24 September 2018