Meningkatkan kesadaran diri untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona merupakan hal yang penting. Begitu juga tenaga kesehatan yang sama pentingnya untuk memerangi pandemi ini dengan menyelamatkan orang-orang yang terinfeksi virus Corona yang mematikan. Seperti yang dilakukan para alumni Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Kristen Maranatha yang ikut mengabdikan diri sebagai tenaga kesehatan di Rumah Sakit Darurat Corona (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Salah satunya adalah AKP. dr. Sarah Kastilani, alumnus Fakultas Kedokteran angkatan 2015 ini telah bergabung dengan petugas kesehatan lainnya di Wisma Atlet sejak 23 April 2020.

Berprofesi sebagai dokter dan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) lulusan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana angkatan 2012, dr. Sarah dikirim oleh institusi Polri pada gelombang IV untuk melayani pasien Covid-19 di Wisma Atlet. Setiap gelombang mendapatkan 14 hari masa dinas dan 14 hari masa karantina. Namun berbeda dengan yang lain, dr. Sarah bertugas lebih lama, yaitu hingga 26 Mei 2020 kemudian memasuki masa karantina sampai tanggal 9 Juni 2020.

Melalui pesan Whatsapp dr. Sarah mengatakan, dirinya juga sudah cukup lama terpisah dari keluarga karena tugasnya saat ini. Rasa rindu terhadap anak pun terbendung karena tidak bisa pulang. Setelah masa dinas berakhir, ia masih harus mengarantinakan dirinya sendiri di Wisma Atlet dan tidak diperbolehkan untuk pulang. Hal ini dilakukan agar dr. Sarah tidak membawa virus saat ia kembali ke keluarga.

Selama dinas di Wisma Atlet, tugas dokter dibagi menjadi tiga shift jaga. Ada yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang, High Care Unit (HCU), dan juga poliklinik khusus untuk tenaga medis. Pada jam dinas, ia wajib mengenakan alat pelindung diri (APD) untuk menghindari paparan virus. Hal ini pun tidaklah mudah karena ia harus menahan udara panas dari dalam APD, kaca mata google yang berembun, menahan kencing, dan mobilitas yang tentunya jadi lebih sulit.

Meskipun begitu, dr. Sarah menggunakan kesempatan ini sebagai momen untuk “berperang” secara langsung menghadapi Covid-19. Di tempat ini pula, ia mendapat banyak kenalan rekan sejawat dari seluruh Indonesia, termasuk bertemu dengan sesama alumni Fakultas Kedokteran Maranatha yang sama-sama sedang bertugas.

Menurut dr. Sarah, rekan FK Maranatha ini tergabung dalam tim relawan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Walaupun bekerja pada shift dan gedung yang berbeda-beda, para alumni FK Maranatha dari berbagai angkatan ini tetap bisa menemukan cara untuk bertemu. Hal ini terjadi secara tidak sengaja hingga mereka menemukan satu dengan yang lain. Dari yang tidak kenal menjadi kenal. Akhirnya, dr. Sarah mengetahui ada 18 orang dokter alumni FK Maranatha yang sedang melayani di Wisma Atlet ini.

Seperti takdir yang mempertemukan mereka, momen pertemuan sesama alumni yang tergabung dalam Perhimpunan Alumni Dokter Maranatha (PADMA) ini mereka abadikan melalui foto dan melampirkan tagar #MaranathaPastiBertemu.

Dokter Sarah pun berharap agar masa pandemi ini dapat segera berakhir dan masyarakat dapat saling bahu membahu menuntaskan pandemi. “#Tetapdirumahsaja, biarkan kami yang bekerja di sini,” tuturnya.

Berikut daftar dokter alumni Fakultas Kedokteran Maranatha yang bertugas di RSDC Wisma Atlet:

  1. AKP. dr. Sarah Kastilani (2005)
  2. dr. Marisa Curie Nasseri (2006)
  3. dr. Debryna Dewi Lumanauw (2008)
  4. dr. Kevin Yonathan (2010)
  5. dr. Vina Manasye (2011)
  6. dr. Elysabeth Maharani Christie (2012)
  7. dr. Evan Kurniawan Gianto (2012)
  8. dr. Giovana Tyas Pratiwi (2012)
  9. dr. Nila Meilani (2012)
  10. dr. Renata Timoty Pasaribu (2012)
  11. dr. Arvin Immanuel (2012)
  12. dr. Jumriani (2012)
  13. dr. Alfredo (2012) – Purnatugas/selesai masa dinas
  14. dr. Hengki Yong (2013) – Purnatugas/selesai masa dinas

Gelombang baru:

  1. dr. Ruth Anggi Hasita (2012)
  2. dr. Edlyn Vania (2012)
  3. dr. Erik Kurniawan Gianto (2011)
  4. dr. Nyi Raden Mutiara (2013)

(gn)

Foto: Dok. AKP. dr. Sarah Kastilani

Upload pada 30 May 2020