Generasi Z, sebuah istilah populer untuk mengungkapkan kelompok manusia, menurut laman Pewresearch.org, yang lahir dari tahun 1997 seterusnya. Kaum  ini tumbuh akrab bersama dengan perkembangan teknologi gadget dan internet. Sehingga sangat kecil kemungkinan generasi ini mengalami gagap teknologi (gaptek). Mereka adalah generasi yang memiliki inovasi tinggi dan semangat untuk meraih kesuksesan yang mampu menjadi inspirasi bagi sekitarnya.

Ambisi yang besar untuk menjadi sukses salah satunya disebabkan oleh banyaknya model yang bisa idolakan. Para model itu biasanya adalah orang-orang muda yang berada di dalam generasi milenial atau disebut generasi Y. Mereka yang berada di usia produktif antara 23-37 tahun telah memberikan sumbangsih besar bagi  perekonomian dunia. Sebut saja pendiri Facebook, Mark Zuckerberg (35 tahun), atau penyanyi dan penulis lagu berkebangsaan Inggris, Adele (31 tahun). Indonesia juga tidak mau kalah, ada CEO Gojek, Nadiem Makarim (35 tahun); CEO Tokopedia, William Tanuwijaya (37 tahun); pengusaha keripik hits Bandung, Maicih, Reza Nurhilman (32 tahun); dan masih banyak lagi.

Grace Natalie juga merupakan salah satu tokoh muda Indonesia yang menjadi inspirasi bagi kaum muda. Ia yang dulunya seorang jurnalis yang kemudian terjun ke dunia politik untuk memperbaiki nasib perpolitikan bangsa Indonesia. Melalui paradigma positifnya, ia berharap akan semakin banyak generasi muda di Indonesia yang akan membawa dampak positif dan mampu berkarya untuk bangsa. Harapan tersebut ia sampaikan dihadapan ribuan mahasiswa baru Universitas Kristen Maranatha dalam acara Enlightenment Session pada Selasa, 27 Agustus 2019.

Acara ini merupakan satu dari rangkaian acara menginspirasi yang dirangkum di dalam Wiratha Fest 2019, program penyambutan mahasiswa baru UK Maranatha. Selain Grace, Enlightenment Session ini turut menghadirkan Audrey Maximillian Herli, pendiri dan CEO dari Riliv (aplikasi konsultasi online di Indonesia). Maxi, panggilan akrab bagi pria bersahaja ini, mendirikan Riliv pada saat ia menempuh pendidikan akhirnya di bangku kuliah. Namun sebelum Riliv, ada tiga pendahulu startupnya yang terpaksa tidak lanjut. Ketiga kegagalan itu tidak membuat Maxi patah semangat, malah memacunya untuk menjadi lebih baik lagi. Ia mengatakan mindset adalah kunci dari sebuah keberhasilan sebuah startup dengan memberikan solusi atas permasalahan bersama.

Selain Grace dan Maxi, ada juga alumni Maranatha yang  telah menjadi inspirasi bagi banyak orang. Mereka adalah dr. Ivan Reynaldo Lubis, pendiri yayasan Docpacker, dan Tjioe Marvin Christian, Data Analyst di GDP Labs. Menurut dr. Rey, tugas utama seorang mahasiswa adalah kuliah dan belajar. Akan tetapi ia menyarankan agar tidak melulu kuliah saja, menjadi “kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah-pulang)”. Seorang mahasiswa bisa mencoba mengikuti berbagai kegiatan organisasi yang ada di kampus agar menambah pengalaman dan juga relasi. “Pasti akan sibuk sekali, yang terpenting adalah manajemen waktu yang baik seperti menentukan prioritas dan tidak menunda-nunda serta selalu jaga kesehatan,” ujar dr. Rey

Marvin juga membuktikan bahwa lulusan Maranatha bisa sukses dan mampu melanjutkan kuliah di luar negeri dengan beasiswa penuh. Lulusan Magister Computer Science dari University of Melbourne ini mengatakan, semua universitas mengajarkan hal yang sama sehingga tidak perlu bagi kita untuk merasa rendah diri dengan lulusan kampus lainnya. Yang terpenting baginya adalah bagaimana kita bisa menempatkan diri dan membuktikan bahwa kita bisa lebih baik dari yang lainnya. Marvin juga menambahkan agar kita selalu menjalin hubungan baik dengan rekan mahasiswa, senior, alumni, dan juga dosen karena relasi akan membantu membuka jalan bagi kita untuk menjadi lebih sukses. Kedua alumni ini hadir untuk memberikan inspirasi dihadapan ribuan mahasiswa baru Maranatha dalam acara Maranatha Inspire Talkshow pada hari penutupan Wiratha Fest, 30 Agustus 2019.

Walaupun Wiratha Fest telah berakhir, sesi inspirasi tersebut akan terus berlanjut, mungkin hingga akhir hayat kita. Pesan-pesan inspirasi yang telah disampaikan diharapkan menjadi pemacu bagi generasi Z untuk menjadi lebih inspirasi. Oleh karenanya, mari kita miliki semangat berintegritas untuk berjuang menyelesaikan pendidikan tepat waktu dengan baik. Semangat kepedulian dengan sekitar turut membantu kita untuk menjalin relasi dengan orang lain. Pada akhirnya, mereka diharapkan mampu menghasilkan karya-karya membanggakan bagi diri sendiri, keluarga, almamater, hingga tanah air kita, Indonesia.

Selamat datang Mahasiswa Baru tahun akademik 2019/2020 Universitas Kristen Maranatha. Jadilah  generasi inspirasi, dimulai dari diri sendiri.

Inspired Generation Urang!” (sg)

Upload pada 6 September 2019